politicanews.id – Kabar baik menyelimuti para pengguna kendaraan bermotor di Indonesia. Sejumlah penyedia bahan bakar minyak BBM kompak mengumumkan penurunan harga untuk beberapa jenis produk mereka yang berlaku mulai 1 Juli 2026. Penyesuaian ini tentu menjadi angin segar di tengah fluktuasi harga energi global.
Salah satu yang memangkas harga adalah SPBU bp. Mereka resmi menurunkan banderol untuk bahan bakar diesel premium BP Ultimate Diesel. Dari sebelumnya Rp25.060 per liter kini menjadi Rp21.340 per liter. Penurunan signifikan ini tentu disambut antusias oleh para pemilik kendaraan diesel. Namun untuk jenis bensin seperti BP 92 dan BP Ultimate harga terpantau stabil di angka Rp16.670 per liter dan Rp17.240 per liter. Kedua jenis bensin ini diketahui sempat mengalami lonjakan harga pada 10 Juni 2026 setelah sebelumnya bertahan di level yang lebih rendah sejak Maret.

Tak mau ketinggalan PT Pertamina Persero juga turut merevisi harga sejumlah produk BBM non-subsidi mereka. Berdasarkan informasi resmi yang dirilis Pertamina jenis solar non-subsidi Dexlite kini dibanderol Rp19.700 per liter turun dari Rp23.000 per liter. Sementara itu Pertamina Dex juga mengalami penurunan menjadi Rp21.150 per liter dari harga sebelumnya Rp24.800 per liter.

Related Post
Selain itu bahan bakar bensin beroktan tinggi Pertamax Turbo RON 98 juga ikut terkoreksi harganya. Dari Rp20.750 per liter kini menjadi Rp19.300 per liter. Kendati demikian harga Pertamax RON 92 dan Pertamax Green RON 95 masih bertahan di level Rp16.250 per liter dan Rp17.000 per liter. Kenaikan harga untuk Pertamax dan Pertamax Green sendiri terjadi pada 10 Juni 2026 setelah beberapa bulan pemerintah menahan harga imbas gejolak konflik antara Amerika Serikat Israel dan Iran.
Untuk masyarakat yang menggunakan BBM bersubsidi tidak perlu khawatir. Harga Pertalite sebagai BBM penugasan tetap stabil di Rp10.000 per liter dan Biosolar sebagai BBM subsidi juga tidak mengalami perubahan yakni Rp6.800 per liter. Penyesuaian harga ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi daya beli masyarakat dan aktivitas ekonomi nasional.








Tinggalkan komentar