politicanews.id – Teheran bergemuruh menyikapi manuver militer Amerika Serikat di Pulau Larak. Republik Islam Iran dengan tegas melabeli serangan tersebut sebagai sebuah kekeliruan fatal yang dapat mengubah peta kekuatan di kawasan. Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam IRGC Hossein Mohebi tidak ragu menyebut insiden ini sebagai langkah strategis yang sangat merugikan Washington.
Mohebi menegaskan bahwa agresi ini merupakan blunder telak di tengah gejolak perang ekonomi yang sedang berlangsung antara kedua negara. Menurutnya, tindakan gegabah AS ini justru akan membalikkan keadaan dan menciptakan dampak buruk yang tak terhindarkan bagi kepentingan Amerika di Timur Tengah. Pernyataan ini disampaikan Mohebi melalui layanan pers resmi IRGC, menggarisbawahi keseriusan respons Teheran.

Sebelumnya, ketegangan di Selat Hormuz memuncak setelah kantor berita Fars melaporkan serangkaian ledakan misterius mengguncang Pulau Larak. Insiden ini segera memicu spekulasi luas tentang kemungkinan keterlibatan kekuatan asing dalam gejolak tersebut.

Related Post
Di sisi lain, jurnalis senior Axios Barak Ravid, mengutip sumber pejabat AS yang enggan disebut namanya, mengungkapkan bahwa Washington memang melancarkan serangan. Targetnya diduga kuat adalah peluncur rudal milik Iran yang berlokasi di Pulau Larak. Klaim ini memberikan gambaran tentang motif di balik operasi militer Amerika.
Sementara itu, Press TV Iran melaporkan bahwa Teheran telah merespons dengan menembakkan rudal ke arah kapal-kapal perang AS yang berpatroli di Selat Hormuz serta pangkalan udara mereka di Asia Barat. Namun, Komando Pusat AS CENTCOM memiliki narasi berbeda. Mereka mengklaim serangan terhadap Iran dilakukan untuk mencegah pasukan Teheran memasang ranjau laut di jalur pelayaran strategis Selat Hormuz, sebuah langkah yang disebut dapat mengancam navigasi internasional.








Tinggalkan komentar