Politica News – HUT ke-78 Kemerdekaan RI baru saja berlalu, namun Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) menyoroti realita pahit: Indonesia masih jauh dari cita-cita kemerdekaan. Bayangan kesejahteraan merata bagi seluruh rakyat masih samar, terhalang oleh jurang kemiskinan, ketimpangan sosial, dan kualitas sumber daya manusia yang belum optimal.
Ketua Umum PP KMHDI, Wayan Darmawan, mengungkapkan kekecewaan mendalam. Empat pilar negara – melindungi segenap bangsa, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut serta dalam ketertiban dunia – masih jauh dari terwujud. "Meski sudah 78 tahun merdeka, Indonesia masih jauh dari cita-cita kemerdekaannya. Kemerdekaan tak lantas menjadi jaminan kesejahteraan bagi rakyat," tegas Darmawan dalam pernyataannya beberapa waktu lalu.

Data-data empiris semakin memperkuat pernyataan tersebut. Laporan Oxfam tahun 2017 misalnya, menunjukkan fakta mengejutkan: kekayaan empat orang terkaya di Indonesia setara dengan kekayaan 100 juta penduduk termiskin. Lebih memprihatinkan lagi, 1% orang terkaya menguasai hampir 50% aset nasional. Ketimpangan ekonomi yang menganga lebar ini menjadi tamparan keras bagi cita-cita keadilan sosial.

Related Post
KMHDI pun mendesak pemerintah untuk lebih serius dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat. Bukan hanya retorika, tetapi aksi nyata yang dibutuhkan untuk mengatasi kesenjangan dan meningkatkan kualitas hidup seluruh lapisan masyarakat. Peringatan HUT Kemerdekaan ini hendaknya menjadi momentum refleksi dan perbaikan bagi Indonesia menuju masa depan yang lebih adil dan sejahtera. Masih panjang jalan yang harus ditempuh untuk benar-benar mewujudkan cita-cita proklamasi kemerdekaan.










Tinggalkan komentar