politicanews.id – Generasi Z kini memegang kendali penting dalam roda ekonomi negara bukan sekadar sebagai pembayar pajak semata namun mereka memiliki hak suara untuk mengawal setiap rupiah yang dipotong dari penghasilan mereka. Hal ini ditegaskan oleh anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini yang menekankan bahwa pengawasan terhadap alokasi dana pajak sangat krusial demi memastikan pembangunan tepat sasaran.
Dalam sebuah forum di Purbalingga Jawa Tengah Amelia menjelaskan bahwa pemahaman mengenai perpajakan harus ditanamkan sejak dini kepada kaum muda. Mengingat posisi Gen Z sebagai kelompok usia produktif yang mendominasi bonus demografi mereka memiliki peran ganda baik sebagai tenaga kerja maupun penggerak sektor UMKM. Oleh karena itu transparansi penggunaan uang rakyat menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

Amelia mengingatkan bahwa pajak yang dikumpulkan merupakan bahan bakar utama pembangunan infrastruktur layanan kesehatan hingga fasilitas pendidikan. Dengan memahami alokasi anggaran tersebut generasi muda diharapkan tidak hanya patuh membayar tetapi juga mampu menjadi kontrol sosial yang efektif terhadap pemerintah pusat maupun daerah.

Related Post
Senada dengan hal tersebut Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani memberikan apresiasi tinggi terhadap gerakan literasi pajak bagi anak muda. Menurutnya masa transisi dari dunia pendidikan ke dunia kerja adalah momen paling tepat untuk membekali mereka dengan pengetahuan finansial dan hukum. Pemahaman yang matang akan menumbuhkan rasa memiliki terhadap negara karena mereka sadar bahwa kontribusi tersebut akan kembali dalam bentuk pelayanan publik yang berkualitas.
Selain fokus pada kewajiban pajak edukasi ini juga mencakup aspek perlindungan konsumen seperti administrasi kendaraan bermotor dan jaminan kecelakaan lalu lintas. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan generasi yang tidak hanya melek hukum tetapi juga kritis dalam mengawal arah pembangunan nasional melalui pengawasan penggunaan anggaran negara yang lebih ketat.










Tinggalkan komentar