politicanews.id – Amerika Serikat membuat keputusan mengejutkan menolak visa tim pers Presiden Iran Masoud Pezeshkian
Mereka seharusnya terbang ke New York untuk Sidang Umum PBB

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengumumkan hal ini Senin 21 September
Langkah Washington ini memicu ketegangan diplomatik baru
Baghaei melalui akun media sosial X melontarkan kritik pedas
Ia menyatakan jika sebuah pemerintahan menutup akses
Bahkan bagi jurnalis Amerika yang tidak disukai
Serta menghalangi wartawan asing termasuk tim media Presiden Iran
Itu bukan sekadar pengaturan akses
Melainkan upaya nyata membungkam suara
Baghaei menuduh tindakan ini sebagai siasat menyembunyikan kebenaran
Juga melanggengkan kampanye disinformasi
Serta mengabaikan hak fundamental atas informasi

Related Post
Kementerian Luar Negeri Iran mengklarifikasi pernyataan Baghaei
Ini terkait penolakan visa tim media kepresidenan Iran
Untuk perjalanan ke New York menghadiri Sidang Majelis Umum PBB
Presiden Pezeshkian dijadwalkan berangkat Selasa
Insiden ini bukan kali pertama Amerika Serikat membatasi akses media
Pada 18 September 2026 Presiden AS Donald Trump pernah mengumumkan larangan
CNN MSNBC dan Politico dilarang meliput di Gedung Putih
Trump menuduh media tersebut menyebarkan berita palsu
Sehari kemudian 19 September jurnalis dari ketiga media itu ditolak aksesnya
Kartu akses mereka dinonaktifkan atau disita
Situasi serupa kini menimpa tim media kepresidenan Iran
Memicu pertanyaan besar tentang kebebasan pers dan akses informasi global










Tinggalkan komentar