Pemerintah Indonesia memastikan ketersediaan anggaran untuk menghadapi dampak fenomena El Nino yang melanda. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bappenas melalui Deputi Bidang Pangan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Leonardo AA Teguh menegaskan bahwa alokasi dana yang ada saat ini masih sangat mencukupi. Kunci utamanya terletak pada bagaimana memastikan penggunaan dana tersebut tepat sasaran dan efektif sesuai kebutuhan mendesak di lapangan. Pernyataan ini disampaikan usai agenda Dialog Nasional di Gedung Bappenas Jakarta.
Leonardo menjelaskan bahwa isu pendanaan El Nino ini telah menjadi pembahasan serius dalam rapat terbatas pemerintah. Sebagai langkah strategis Bappenas menawarkan berbagai opsi untuk memperkuat sumber pembiayaan. Ini mencakup optimalisasi dana domestik pemanfaatan climate finance pembentukan pooling fund kebencanaan adaptation fund Fund for Responding to Loss and Damage FRLD serta instrumen finansial inovatif lainnya.

Menariknya Teguh menekankan bahwa tidak ada skema pembiayaan iklim khusus yang dirancang spesifik untuk El Nino. Hal ini dikarenakan sifat El Nino yang merupakan fenomena siklikal atau berulang secara alami. Namun bukan berarti pemerintah abai. Pendanaan iklim secara umum justru diarahkan untuk mendorong implementasi aksi adaptasi yang sudah terangkum dalam National Adaptation Plan NAP serta pengembangan fungsi ekosistem melalui Biodiversity Strategy and Action Plan BSAP.

Related Post
Program-program hulu ini jika mampu berkontribusi pada kesiapan dan kemampuan menangani El Nino menjadi sangat krusial. NAP sendiri merupakan dokumen perencanaan strategis yang berfungsi mengidentifikasi memprioritaskan serta mengatasi risiko jangka menengah dan panjang akibat perubahan iklim. Sementara itu BSAP adalah pedoman resmi untuk menjaga merawat dan memanfaatkan kekayaan alam hayati secara bijaksana. Dengan demikian upaya mitigasi El Nino terintegrasi dalam kerangka kerja adaptasi iklim yang lebih luas dan berkelanjutan.










Tinggalkan komentar