Bursa RI Terjun Bebas Gegara Konflik Dunia Memanas

Bursa RI Terjun Bebas Gegara Konflik Dunia Memanas

politicanews.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) harus menelan pil pahit pada perdagangan Selasa sore, anjlok tajam mengikuti tren pelemahan bursa regional Asia. Gejolak geopolitik global yang kian memanas, khususnya antara Iran dan Amerika Serikat, serta Ukraina dan Rusia, menjadi pemicu utama tekanan jual yang tak terhindarkan.

Pada penutupan sesi, IHSG ambruk 73,54 poin atau setara 1,13 persen, terdampar di level 6.461,15. Tak hanya itu, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 juga ikut merana, merosot 8,27 poin atau 1,25 persen, mengakhiri hari di posisi 650,76.

Bursa RI Terjun Bebas Gegara Konflik Dunia Memanas
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, menyoroti kondisi bursa regional Asia yang melemah drastis. Perhatian investor global terfokus pada lonjakan harga minyak setelah Arab Saudi mengumumkan penutupan jalur pipa utamanya, menambah daftar panjang kekhawatiran pasar.

COLLABMEDIANET

Dari kancah internasional, situasi semakin keruh. Pertemuan diplomatik antara Iran dan negara-negara Teluk Arab yang sedianya membahas kondisi di Selat Hormuz mendadak ditunda. Iran sendiri mengklaim sebuah kapal tanker super meledak di area terlarang Hormuz akibat menabrak ranjau, sembari bersikeras tidak akan berdialog dengan AS sebelum tuntutan mereka dipenuhi.

Di belahan dunia lain, Ukraina membantah klaim Presiden AS Donald Trump mengenai kesepakatan dengan Rusia untuk menghentikan serangan infrastruktur energi. Presiden Ukraina, Zelenskyy, menegaskan negaranya siap menghentikan serangan jika Rusia juga melakukan hal serupa, sebuah pernyataan yang kontras dengan klaim Trump.

Kenaikan harga energi ini bukan tanpa konsekuensi. Kekhawatiran inflasi global kembali mencuat, meningkatkan tekanan pada Bank Sentral AS (The Fed) untuk memperketat kebijakan moneternya. Pasar kini memperkirakan kemungkinan besar, sekitar 92 persen, The Fed akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada Rabu waktu AS.

Di dalam negeri, pelaku pasar turut mengamati pergantian pucuk pimpinan Kementerian Keuangan. Pengangkatan Suahasil Nazara menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa menjadi sorotan utama. Investor menanti konsistensi arah kebijakan fiskal dan kredibilitas pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di bawah kepemimpinan baru. Pasar berharap pergantian ini dapat menjaga kesinambungan dan disiplin fiskal negara.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara sendiri telah menegaskan komitmennya untuk menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara, memastikan APBN tetap mampu menopang program prioritas pemerintah. Ia juga menekankan APBN harus menjalankan dua fungsi krusial: mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas, dengan komitmen menjaga defisit anggaran di bawah 3 persen dari PDB.

Sejak dibuka melemah, IHSG tak mampu beranjak dari zona merah sepanjang hari. Tekanan jual terus membayangi hingga penutupan perdagangan sesi kedua.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, hanya tiga sektor yang mampu bertahan di zona hijau: sektor barang konsumen non primer memimpin dengan kenaikan 0,53 persen, diikuti sektor kesehatan 0,43 persen, dan infrastruktur 0,34 persen. Sementara itu, delapan sektor lainnya terpuruk, dengan sektor industri mencatat penurunan terdalam 1,16 persen, disusul keuangan 0,99 persen, dan energi 0,89 persen.

Saham-saham yang mencatat penguatan harga terbesar meliputi DEFI, CCSI, VOKS, ALKA, dan TRJA. Di sisi lain, saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar adalah SAPX, SMRA, RIGS, UDNG, dan LAPD.

Total frekuensi perdagangan saham mencapai 1.756.000 kali transaksi, melibatkan 25,60 miliar lembar saham senilai Rp12,67 triliun. Sebanyak 330 saham menguat, 332 saham melemah, dan 301 saham stagnan.

Kondisi serupa juga melanda bursa saham regional Asia sore ini. Indeks Nikkei melemah 0,01 persen, Shanghai merosot 0,54 persen, Hang Seng anjlok 1,00 persen, Kospi turun 0,85 persen, dan Straits Times tertekan 1,45 persen.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar