Basarnas Putar Otak Hadapi Cuaca Buruk Pencarian KM Virgo

Basarnas Putar Otak Hadapi Cuaca Buruk Pencarian KM Virgo

politicanews.id – Badan SAR Nasional Basarnas kini merancang strategi cadangan dalam upaya pencarian korban Kapal Motor KM Virgo Transport 8. Kondisi cuaca ekstrem di perairan Laut Jawa yang terus menghambat operasi penyelaman bawah laut memaksa tim SAR memutar otak mencari solusi. Kepala Basarnas Mohammad Syafii menegaskan keselamatan personel menjadi prioritas utama di tengah tantangan alam yang tidak bersahabat.

Syafii menjelaskan bahwa pencarian di bawah permukaan laut merupakan target utama pada hari ketiga operasi SAR ini. Namun gelombang tinggi arus kuat dan jarak pandang yang minim di lokasi kejadian membuat tiga tim penyelam beserta peralatan canggih yang telah disiapkan belum dapat dioperasikan secara maksimal. "Operasi hanya mungkin dilaksanakan atas dasar jaminan aman karena memang di situlah teori safety" ujar Syafii di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin Kalimantan Selatan Selasa malam.

Basarnas Putar Otak Hadapi Cuaca Buruk Pencarian KM Virgo
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Meski demikian Basarnas tidak menyerah. Upaya penelusuran tetap dioptimalkan melalui jalur udara dan permukaan laut sembari terus mempersiapkan skenario penyelaman jika kondisi gelombang arus dan faktor keamanan lainnya memungkinkan. Dukungan KRI Canopus kapal berteknologi mutakhir dengan kemampuan pemantauan dasar laut menggunakan perangkat ROV dan multibeam echosounder juga belum sepenuhnya dimanfaatkan akibat cuaca yang sangat berbahaya. Padahal kemampuan penyelam dan peralatan tersebut sanggup menjangkau kedalaman lebih dari 150 meter.

COLLABMEDIANET

Apabila kendala cuaca terus berlanjut Basarnas akan menggandeng berbagai pihak yang memiliki kapabilitas untuk menangani bangkai kapal. Opsi yang dipertimbangkan antara lain mengkaji proses penyelamatan bangkai kapal salvage kemungkinan mengubah posisi kapal atau bahkan mengevakuasi kapal guna membuka akses pencarian korban. "Kita akan berupaya untuk bisa membawa kapal itu atau minimal kita bisa membalikkan kondisi kapal itu sehingga kita bisa melaksanakan operasi pencarian terhadap korban" jelas Syafii. Setelah itu penanganan akan diserahkan kepada tim investigasi yang dipimpin oleh Kepala KNKT.

Hingga hari ketiga operasi SAR belum ada laporan penemuan korban tambahan dari berbagai unsur yang terlibat baik dari udara laut masyarakat maupun kapal-kapal yang melintas. Data terakhir yang dikonfirmasi Basarnas pada Selasa pukul 22.00 WITA menunjukkan 114 korban telah berhasil dievakuasi ke Banjarmasin terdiri dari 108 korban selamat dan enam orang meninggal dunia. Dengan demikian masih ada 129 orang yang belum ditemukan dari total 243 penumpang KM Virgo Transport 8.

Kapal yang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu 12 September itu dilaporkan putus kontak di perairan Masalembo Laut Jawa pada Minggu 13 September sekitar pukul 02.00 WITA. Operasi pencarian akan terus dilanjutkan sesuai prosedur dengan mengutamakan keselamatan seluruh tim di lapangan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar