Bali Sulap Sampah Jadi Listrik PLN Gaspol

Bali Sulap Sampah Jadi Listrik PLN Gaspol

politicanews.id – Sebuah era baru pengelolaan sampah di Indonesia resmi bergulir dengan dimulainya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah PSEL di Denpasar Selatan Bali. PT PLN Persero menegaskan komitmennya sebagai penopang utama dalam transformasi nasional ini. Langkah strategis ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan penting pada Rabu lalu.

Perusahaan listrik negara tersebut selaku pembeli listrik offtaker mengikat perjanjian dengan PT Daya Energi Bersih Nusantara Denera sebagai induk pelaksana proyek PSEL se-Indonesia dan PT Weiming Nusantara Bali New Energy selaku pengembang serta pengelola PSEL Bali. Ini adalah sinergi kuat untuk mengubah limbah menjadi sumber daya bernilai.

Bali Sulap Sampah Jadi Listrik PLN Gaspol
Gambar Istimewa : img.antaranews.com

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam acara peresmian tersebut menggarisbawahi urgensi proyek PSEL sebagai fondasi penguatan manajemen sampah nasional. Ia menyoroti Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2020 yang menjadi payung hukum bagi penanganan sampah melalui konversi menjadi energi terbarukan berbasis teknologi ramah lingkungan. Zulkifli menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras mewujudkan proyek ini. Menurutnya penyederhanaan regulasi adalah kunci percepatan penyelesaian masalah sampah yang telah lama terhambat.

COLLABMEDIANET

CEO Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani menambahkan bahwa inisiatif PSEL ini merupakan respons langsung terhadap arahan Presiden Prabowo Subianto. Presiden menekankan pentingnya menuntaskan isu sampah agar tidak menjadi warisan buruk bagi generasi mendatang. Rosan memastikan implementasi PSEL oleh Danantara Indonesia dilakukan dengan kecepatan tinggi namun tetap berpegang pada prinsip kehati-hatian dan standar tata kelola terbaik.

Bagi Pulau Dewata proyek PSEL ini bukan sekadar solusi sampah melainkan juga investasi vital bagi kualitas lingkungan dan keberlanjutan sektor pariwisata. Gubernur Bali I Wayan Koster menyatakan optimisme bahwa rampungnya fasilitas ini akan meningkatkan citra pariwisata Bali secara signifikan selain menciptakan ekosistem lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan bahwa konversi sampah menjadi energi adalah terobosan berkelanjutan. Ini bukan hanya mengatasi masalah lingkungan tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi. Darmawan memastikan PLN siap menyerap energi listrik yang dihasilkan PSEL ke dalam sistem kelistrikan nasional. Dengan demikian manfaatnya akan tersebar luas dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Fasilitas PSEL Bali dirancang untuk mengolah 1200 hingga 1650 ton sampah setiap hari. Potensi listrik yang dihasilkan mencapai 30 megawatt MW. Proyek ini merupakan bagian dari visi besar pengembangan PSEL di 11 lokasi seluruh Indonesia yang ditargetkan mampu memproses hingga 14928 ton sampah per hari dengan total kapasitas pembangkitan mencapai 3103 MW.

Pengembangan PSEL di berbagai penjuru negeri diharapkan menjadi jawaban konkret dalam memperkuat tata kelola sampah nasional sekaligus menyediakan energi bersih bagi rakyat. PLN berkomitmen penuh untuk memastikan integrasi energi dari fasilitas PSEL ini ke dalam jaringan listrik nasional demi kemaslahatan bersama.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar