politicanews.id – Sebuah babak baru keamanan global segera terukir di kawasan Arktika dan Atlantik Utara. Denmark, bersama wilayah otonomnya Greenland, serta Amerika Serikat, akan meresmikan sebuah perjanjian krusial di New York. Kesepakatan ini, yang dijadwalkan diteken pada Selasa 22 September, digadang-gadang bakal memperkuat posisi strategis ketiga negara di wilayah kutub yang semakin menjadi sorotan dunia.
Tiga pemimpin kunci, yaitu Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen, serta Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dijadwalkan hadir untuk membubuhkan tanda tangan. Upacara penandatanganan diperkirakan berlangsung di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa PBB pada pukul 1030 waktu setempat atau 2130 WIB, di sela-sela sidang Majelis Umum PBB. Detail spesifik dari perjanjian ini belum diungkap ke publik, memicu spekulasi luas.

Sebelumnya, Presiden Trump melalui media sosial pada Jumat 18 September telah mengumumkan tercapainya kesepakatan ini. Ia bahkan menyatakan bahwa pakta tersebut akan memberikan "kendali permanen" kepada AS atas aspek keamanan Greenland. Pernyataan ini sontak memancing perhatian dunia, mengingat posisi strategis Greenland di Arktika.

Related Post
Menanggapi klaim tersebut, Perdana Menteri Frederiksen pada hari yang sama menegaskan bahwa pakta tersebut mengukuhkan kedaulatan dan integritas teritorial Kerajaan Denmark, sekaligus menghormati hak rakyat Greenland untuk menentukan masa depan mereka sendiri. Pernyataan ini seolah menjadi penyeimbang di tengah narasi kendali yang diusung AS.
Hubungan pertahanan antara Denmark dan AS di Greenland bukanlah hal baru. Sejak perjanjian pertahanan tahun 1951, yang kemudian diamendemen pada 2004, militer AS telah memiliki akses luas untuk menempatkan personel dan fasilitas, termasuk Pangkalan Luar Angkasa Pituffik, di wilayah tersebut. Perjanjian terbaru ini diperkirakan akan semakin memperdalam kolaborasi keamanan di tengah dinamika geopolitik Arktika yang terus menghangat.










Tinggalkan komentar