Politica News – Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, secara tegas mendesak Amerika Serikat untuk segera membebaskan Presiden Venezuela Nicolás Maduro beserta istrinya. Pernyataan keras ini datang menyusul penangkapan keduanya dalam operasi militer AS pada Sabtu (3/1/2026), sebuah tindakan yang disebut Anwar sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan berpotensi mengguncang stabilitas global.
Dari Kuala Lumpur, Ahad, Anwar mengungkapkan keprihatinan mendalamnya atas perkembangan di Venezuela. Ia menyoroti operasi militer berskala besar dan tidak lazim yang dilakukan AS, yang berujung pada penahanan pemimpin negara berdaulat tersebut. Ini bukan sekadar insiden terisolasi, melainkan sebuah aksi yang mengguncang fondasi hubungan antarnegara dan prinsip kedaulatan yang telah lama dipegang teguh.

"Tindakan tersebut merupakan pelanggaran yang nyata terhadap hukum internasional dan merupakan penggunaan kekuatan yang tidak sah terhadap sebuah negara berdaulat," tegas Anwar. Ia menekankan bahwa Presiden Maduro dan istrinya harus dibebaskan tanpa penundaan yang tidak semestinya, menyoroti urgensi dan ilegalitas penangkapan tersebut di mata Malaysia dan komunitas internasional.

Related Post
Lebih jauh, Anwar berpandangan bahwa penggulingan paksa seorang kepala pemerintahan yang sedang menjabat melalui intervensi eksternal, apa pun alasannya, menciptakan preseden yang sangat berbahaya. Langkah ini, menurutnya, secara fundamental mengikis batasan-batasan kekuasaan antarnegara dan merusak kerangka hukum yang menjadi penopang tatanan internasional yang stabil dan damai.
Dalam sorotan kemanusiaan, Anwar mengingatkan bahwa hak rakyat Venezuela untuk menentukan masa depan politik mereka sendiri adalah mutlak. Sejarah telah membuktikan, perubahan kepemimpinan yang dipaksakan dari luar justru seringkali membawa lebih banyak derita daripada solusi, terutama bagi negara yang telah lama bergulat dengan kesulitan ekonomi berkepanjangan dan tekanan sosial yang mendalam. Intervensi semacam ini hanya akan memperparah penderitaan rakyat sipil yang tidak bersalah dan memperpanjang ketidakpastian.
Malaysia, lanjut Anwar, memandang penghormatan terhadap hukum internasional dan kedaulatan negara sebagai pilar esensial dalam menjaga perdamaian global. Oleh karena itu, keterlibatan yang konstruktif, dialog, dan de-eskalasi adalah jalan paling kredibel untuk melindungi warga sipil dan memungkinkan rakyat Venezuela memperjuangkan aspirasi mereka tanpa menimbulkan penderitaan tambahan. Ini adalah seruan untuk diplomasi, bukan konfrontasi, demi masa depan yang lebih adil dan stabil bagi semua bangsa.










Tinggalkan komentar