Politica News – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus bergerak cepat memulihkan infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak akibat bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Prioritas utama adalah memastikan konektivitas tetap terjaga, sehingga mobilitas warga, penyaluran bantuan, dan distribusi logistik tidak terhambat.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa konektivitas adalah urat nadi kehidupan masyarakat, terutama saat terjadi bencana. "Dalam kondisi bencana, yang terpenting adalah memastikan akses tetap terbuka agar mobilitas warga, bantuan kemanusiaan, dan distribusi logistik tidak terhenti," ujarnya di Jakarta, seperti dikutip politicanews.id, Rabu.

Berdasarkan data per 22 Februari 2026, progres penanganan jalan dan jembatan nasional di tiga provinsi terdampak menunjukkan perkembangan signifikan. Seluruh 99 ruas jalan nasional telah kembali berfungsi berkat penanganan darurat dan rekayasa lalu lintas di titik-titik kritis.

Related Post
Di Aceh, 38 ruas jalan nasional sudah fungsional, meskipun dua ruas masih menggunakan jalur alternatif karena kerusakan jembatan. Dari 1.637 ruas jalan daerah yang terdampak, 1.194 ruas telah berfungsi, 327 ruas berfungsi terbatas, dan 116 ruas dalam proses perbaikan lebih lanjut. Untuk jembatan, 17 jembatan nasional telah kembali berfungsi melalui pemasangan Bailey, penimbunan oprit, box culvert, dan pemanfaatan jalur alternatif.
Di Sumatera Utara, 29 dari 30 ruas jalan nasional telah fungsional, sementara 1 ruas berstatus fungsional terbatas. Koridor Sibolga-Batangtoru kembali terhubung melalui pemasangan jembatan Bailey dengan sistem buka-tutup demi keselamatan pengguna jalan. Dari 616 ruas jalan daerah yang terdampak, 607 ruas telah berfungsi dan 9 ruas masih dalam proses penanganan.
Sementara itu, di Sumatera Barat, seluruh 31 ruas jalan nasional telah fungsional. Penanganan permanen sedang disiapkan di kawasan Lembah Anai sepanjang ±850 meter melalui pemasangan bore pile, dinding penahan tanah, dan perkuatan lereng, dengan target penyelesaian pada 31 Juli 2026. Untuk jalan daerah, 149 dari 177 titik kerusakan telah fungsional dan sisanya dalam tahap penanganan.
Kementerian PU memastikan bahwa selain penanganan darurat, langkah penanganan permanen terus disiapkan untuk meningkatkan ketahanan infrastruktur terhadap bencana di masa mendatang. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait terus dilakukan untuk mempercepat penyelesaian titik-titik kritis serta mendukung pemulihan ekonomi masyarakat.










Tinggalkan komentar