politicanews.id – Hujan deras tiada henti selama dua hari terakhir memicu bencana banjir luapan di Aceh Barat. Tiga desa di Kecamatan Pante Ceureumen kini terkepung genangan air, memaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD setempat menyiagakan seluruh personelnya.
Pelaksana Tugas Kepala BPBD Aceh Barat Teuku Ronal Nehdiansyah menjelaskan kondisi ini murni akibat cuaca ekstrem. Intensitas hujan yang sangat tinggi menyebabkan debit air Sungai Krueng Meureubo meluap drastis sejak Minggu sore.

Desa Canggai Lawet dan Seumantok menjadi wilayah paling terdampak. Ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 49 sentimeter atau setara mata kaki hingga betis orang dewasa. Meski air sudah merangsek masuk ke pekarangan bahkan sebagian rumah warga, situasi dilaporkan masih terkendali.

Related Post
Hingga kini belum ada warga yang memutuskan untuk mengungsi. Mereka memilih bertahan di kediaman masing-masing sambil berupaya mengamankan barang berharga. BPBD terus memantau perkembangan debit air secara berkala di lapangan.
Mengingat prakiraan cuaca yang masih berpotensi hujan, warga yang tinggal di sepanjang Daerah Aliran Sungai DAS Krueng Meureubo diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Potensi kenaikan air secara tiba-tiba menjadi ancaman yang harus diantisipasi.
Teuku Ronal menambahkan pihaknya akan terus memperbarui data mengenai luasan wilayah yang terdampak serta jumlah kepala keluarga yang mengalami kerugian akibat bencana ini.








Tinggalkan komentar