Kategori: Politik

  • Waspada! Pelatihan Penanganan Darurat Anak di Jakarta

    Waspada! Pelatihan Penanganan Darurat Anak di Jakarta

    Politica News – Dalam rangka memperingati Hari Gawat Darurat Sedunia 2025, Rumah Sakit Pusat Pertamina (IHC RSPP) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menggelar pelatihan publik bertajuk "Penanganan Kondisi Bahaya pada Anak" di Grha RSPP, Jakarta. Langkah kolaboratif ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat yang melibatkan anak-anak.

    Sekitar 90 peserta mengikuti pelatihan ini. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, termasuk perwakilan Kelurahan Kramat Pela, kader Posyandu dari wilayah Gunung, Kramat Pela, dan Kebayoran Baru, serta guru-guru dari sekolah di sekitar rumah sakit. Hal ini menunjukkan komitmen IHC RSPP dan IDAI untuk menjangkau masyarakat luas dan memberikan bekal pengetahuan yang krusial.

    Waspada! Pelatihan Penanganan Darurat Anak di Jakarta
    Gambar Istimewa : pict.sindonews.net

    Wakil Direktur Keperawatan IHC RSPP, Sudarma, mengungkapkan bahwa pelatihan ini merupakan wujud nyata kontribusi rumah sakit terhadap pembangunan generasi emas Indonesia. "Kami berharap pelatihan ini memberikan manfaat nyata dalam upaya menciptakan generasi Indonesia Emas 2045," ujarnya, menekankan pentingnya peran masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama yang tepat dan efektif pada anak-anak dalam situasi darurat. Inisiatif ini bukan sekadar pelatihan, melainkan investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa. Keterlibatan aktif masyarakat, khususnya para ibu dan pendidik, menjadi kunci keberhasilan program ini. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang didapat, diharapkan angka kejadian fatal akibat kondisi darurat pada anak dapat ditekan. Langkah proaktif ini patut diapresiasi sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan komitmen nyata terhadap kesehatan anak Indonesia.

  • Rahasia Bangkrutnya Sritex Terbongkar?

    Rahasia Bangkrutnya Sritex Terbongkar?

    Politica News – Dugaan korupsi di PT Sritex, pabrik tekstil raksasa Asia Tenggara yang kini kolaps, tengah menjadi sorotan tajam Kejaksaan Agung (Kejagung). Investigasi mendalam yang dilakukan Kejagung diyakini akan menguak tabir misteri di balik kebangkrutan perusahaan tersebut. Pakar Hukum Pidana Universitas Jenderal Soedirman, Hibnu Nugroho, menyatakan bahwa penyelidikan ini bukan sekadar penegakan hukum biasa, melainkan akan mengungkap apakah kebangkrutan Sritex murni karena masalah bisnis atau ada "permainan" di baliknya.

    Hibnu mempertanyakan apakah Sritex benar-benar bangkrut atau hanya "pura-pura bangkrut". Ia menekankan pentingnya Kejagung mengusut tuntas dugaan penyimpangan dalam penggunaan fasilitas kredit senilai Rp3,6 triliun yang diperoleh dari bank-bank pemerintah. "Penanganan kasus ini akan mengungkap fenomena kenapa perusahaan sebesar ini bisa bangkrut. Apakah murni bangkrut atau ada manipulasi yang mengakibatkan pailit?" tegas Hibnu dalam keterangannya, Sabtu (31/5/2025).

    Rahasia Bangkrutnya Sritex Terbongkar?
    Gambar Istimewa : pict.sindonews.net

    Hibnu menambahkan, kasus ini akan menjadi preseden penting bagi dunia korporasi. Penggunaan fasilitas kredit, menurutnya, harus diperuntukkan untuk kekuatan korporasi, bukan untuk kepentingan pribadi atau tujuan lain yang menyimpang. Kejagung, dalam hal ini, diharapkan tidak ragu untuk mengungkap semua kejanggalan dan menjerat semua pihak yang terlibat, sekalipun mereka berada di tingkat pimpinan perusahaan. Dengan terungkapnya semua fakta, maka akan terlihat dengan jelas apakah kebangkrutan Sritex merupakan buah dari kelalaian manajemen atau ada tangan-tangan jahat yang bermain di balik layar. Publik pun menanti dengan sabar hasil investigasi Kejagung ini.

  • Megawati dan Kongres PDIP 2025:  Perbaikan Internal Jadi Prioritas!

    Megawati dan Kongres PDIP 2025: Perbaikan Internal Jadi Prioritas!

    Politica News – Tahun 2025 menjadi tahun krusial bagi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Bendahara Umum PDIP, Olly Dondokambey, secara resmi mengonfirmasi bahwa Kongres ke-6 partai berlambang banteng moncong putih itu akan digelar pada tahun tersebut. Keputusan ini, tegas Olly, berasal langsung dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. "Ibu Megawati telah memutuskan Kongres PDIP akan dihelat tahun 2025. Tanggal dan bulan pastinya akan saya informasikan setelah bertemu beliau kembali," ungkap Olly kepada awak media di Jakarta Selatan, Sabtu (31/5/2025).

    Tak ada penundaan atau halangan yang menghalangi rencana tersebut. Menurut Olly, Megawati memerlukan waktu untuk melakukan konsolidasi dan pembenahan internal partai. Ini mengindikasikan adanya fokus pada penguatan struktur dan soliditas partai menjelang even politik besar di masa mendatang. Pernyataan ini mengungkapkan bahwa Megawati lebih memprioritaskan kesiapan internal PDIP daripada terburu-buru menghelat kongres.

    Megawati dan Kongres PDIP 2025:  Perbaikan Internal Jadi Prioritas!
    Gambar Istimewa : pict.sindonews.net

    Langkah ini bisa diinterpretasikan sebagai strategi cerdas dari Megawati. Dengan memberikan waktu yang cukup untuk konsolidasi, PDIP diharapkan dapat menghadapi tantangan politik ke depan dengan lebih siap dan solid. Kongres 2025 bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum strategis untuk mempersiapkan partai dalam menghadapi perhelatan politik selanjutnya. Menarik untuk menantikan agenda dan keputusan yang akan diambil dalam kongres tersebut, terutama mengenai kepemimpinan partai kedepannya.

  • Heboh!  Rommy Diminta Mundur dari PPP Jelang Muktamar

    Heboh! Rommy Diminta Mundur dari PPP Jelang Muktamar

    Politica News – Jelang Muktamar X PPP, manuver Ketua Majelis Pertimbangan Partai, Romahurmuziy (Rommy), menuai kritik pedas dari internal partai. Sugeng Siswanto, Sekretaris DPC PPP Jakarta Barat, dengan tegas meminta Rommy untuk menahan diri dan tidak lagi ikut campur dalam dinamika internal partai. Pernyataan tersebut disampaikan Sugeng melalui keterangan tertulis pada Sabtu (31/5/2025).

    Sugeng menekankan pentingnya pemilihan pemimpin PPP yang demokratis dan bebas dari intervensi pihak manapun. Menurutnya, pemimpin partai akan menentukan arah kebijakan dan strategi ke depan. Ia menyoroti potensi konflik internal yang bisa muncul akibat perebutan kekuasaan dan kepentingan, baik jangka pendek maupun panjang.

    Heboh!  Rommy Diminta Mundur dari PPP Jelang Muktamar
    Gambar Istimewa : pict.sindonews.net

    "Sungguh aneh bin ajaib ada pimpinan PPP yang menaruh luka di dalam dan di luar partai, kini syairnya bagai yang paling berjasa untuk partai membuat statement seolah PPP masih ada Gue, masih perlu Gue," ujar Sugeng, menyinggung peran Rommy yang dinilai masih ingin berkuasa di balik layar. Pernyataan ini menunjukkan ketidaksetujuan yang kuat dari sebagian kader PPP terhadap peran Rommy yang dianggap mengganggu proses demokratisasi di internal partai. Dinamika ini menunjukkan adanya perpecahan dan perebutan pengaruh di dalam PPP menjelang Muktamar. Situasi ini membuat pertanyaan mengenai masa depan PPP semakin kompleks dan menarik untuk diikuti. Langkah Rommy ini akan sangat mempengaruhi arah politik PPP kedepannya.

  • Jokowi Ketum PPP? Usulan Mantan Orang Istana!

    Jokowi Ketum PPP? Usulan Mantan Orang Istana!

    Politica News – Desas-desus Presiden Jokowi sebagai calon Ketua Umum PPP mengemuka. Namun, Juru Bicara DPP PPP, Usman M. Tokan, meluruskan bahwa usulan tersebut hanya datang dari satu sumber: Ade Irfan Pulungan, Ketua Mahkamah PPP yang pernah menjabat sebagai Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Presiden (KSP) di era pemerintahan Jokowi. "Sepertinya hanya Pak Irfan yang mengusulkan. Nama Pak Jokowi baru muncul setelah beliau bicara," ungkap Usman. Ia menambahkan, hal ini cukup masuk akal mengingat kedekatan Ade Irfan dengan lingkaran pemerintahan sebelumnya.

    Meskipun demikian, Usman tak mempermasalahkan usulan tersebut. Menurutnya, sebagai kader PPP, Ade Irfan berhak menyampaikan aspirasinya dan mensosialisasikannya kepada kader lain. "Itu haknya beliau," tegas Usman. Ia lebih fokus pada upaya PPP untuk memperkuat internal partai dan menatap Pemilu 2029 setelah pengalaman pahit gagal lolos ke parlemen pada Pemilu 2024. "Kita belajar dari pengalaman masa lalu, baik di era Orde Baru maupun Reformasi," ujarnya, menekankan pentingnya konsolidasi internal partai ketimbang wacana yang dinilai kurang realistis saat ini. Usman menilai, fokus utama saat ini adalah membangun komunikasi dengan kader di daerah untuk mempersiapkan diri menghadapi Pemilu mendatang.

    Jokowi Ketum PPP? Usulan Mantan Orang Istana!
    Gambar Istimewa : pict.sindonews.net
  • Prabowo Buka Peluang, Muhammadiyah Tunjuk Dua Syarat Keras untuk Israel!

    Prabowo Buka Peluang, Muhammadiyah Tunjuk Dua Syarat Keras untuk Israel!

    Politica News – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang membuka opsi hubungan diplomatik dengan Israel, menimbul reaksi beragam. Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas, menyatakan bahwa jalan menuju normalisasi hubungan tersebut hanya akan terbuka jika Israel memenuhi dua syarat krusial. Bukan sekadar pengakuan kemerdekaan Palestina, Anwar menekankan perlunya tindakan nyata dari pihak Israel.

    "Pernyataan Pak Presiden sudah tepat arahnya," ujar Anwar, Jumat (30/5/2025). Namun, ia menambahkan, "Peluang itu baru bisa terbuka jika Israel berhenti menjajah tanah Palestina dan memberikan kemerdekaan penuh kepada rakyat Palestina. Palestina harus benar-benar merdeka dan berdaulat, bukan sekadar di atas kertas."

    Prabowo Buka Peluang, Muhammadiyah Tunjuk Dua Syarat Keras untuk Israel!
    Gambar Istimewa : pict.sindonews.net

    Tak cukup sampai di situ, Anwar Abbas juga menuntut pertanggungjawaban atas kejahatan yang telah dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina selama ini. Menurutnya, perdamaian sejati tak mungkin terwujud tanpa keadilan. Israel harus mempertanggungjawabkan segala tindakannya yang melanggar hukum internasional dan hak asasi manusia.

    Dengan tegas, Anwar Abbas menggarisbawahi bahwa dua syarat ini—pembebasan total Palestina dan pertanggungjawaban atas kejahatan masa lalu—merupakan syarat mutlak bagi Indonesia untuk mempertimbangkan hubungan diplomatik dengan Israel. Tanpa pemenuhan syarat tersebut, semua pembicaraan diplomasi hanya akan menjadi wacana kosong belaka. Sikap tegas Muhammadiyah ini menunjukkan betapa pentingnya isu Palestina bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.

  • Kopdes Meledak! Rakyat Sambut Baik Kebijakan Prabowo?

    Kopdes Meledak! Rakyat Sambut Baik Kebijakan Prabowo?

    Politica News – Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih tengah berlari kencang. Hingga akhir Mei 2025, 70.000 Kopdes telah berdiri kokoh, hasil musyawarah desa khusus (musdesus). Angka ini nyaris mencapai target nasional 80.000 koperasi. Kecepatan pembentukan ini, menurut Ketua Pelaksana Harian (Plh) Satgas Percepatan Pembentukan Kopdes Merah Putih, Ferry Juliantono, merupakan cerminan respon positif masyarakat, terutama di pedesaan, terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto.

    Ferry menekankan peran musdesus sebagai kunci percepatan. Partisipasi warga secara langsung menjadi motor penggerak. "Cepatnya dinamika pembentukan Kopdes melalui Musdesus membuktikan bahwa rakyat, khususnya di pedesaan, merespons positif kebijakan Presiden Prabowo. Keinginan akan perputaran uang yang lebih lancar, lapangan kerja baru, ketersediaan barang pokok dan layanan kesehatan dengan harga terjangkau, benar-benar dinantikan," ungkap Ferry dalam keterangan resmi, Jumat (30/5/2025). Ia melihat angka fantastis ini sebagai bukti nyata dukungan rakyat terhadap program pemerintah. Keberhasilan ini, menurutnya, tak lepas dari kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam proses percepatan pembentukan Kopdes.

    Kopdes Meledak! Rakyat Sambut Baik Kebijakan Prabowo?
    Gambar Istimewa : pict.sindonews.net

    Sukses program ini menjadi sorotan, menunjukkan efektivitas strategi pemerintah dalam memberdayakan ekonomi pedesaan. Pertumbuhan Kopdes yang signifikan ini diyakini akan berdampak positif pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di tingkat akar rumput. Keberadaan Kopdes diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan mengurangi kesenjangan ekonomi antara perkotaan dan pedesaan. Politicianews.id akan terus memantau perkembangan program ini dan dampaknya bagi masyarakat Indonesia.

  • 5 Kg Sabu Digagalkan! Residivis Beraksi Lagi!

    5 Kg Sabu Digagalkan! Residivis Beraksi Lagi!

    Politica News – Pengungkapan kasus penyelundupan narkoba kembali terjadi. Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil menggagalkan peredaran 5 kilogram sabu di Riau. Yang mengejutkan, pelaku, seorang residivis berinisial RR (39), kembali tertangkap basah. "Tersangka merupakan residivis kasus narkoba," tegas Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, Jumat (30/5/2025).

    Penangkapan dramatis ini terjadi di parkiran Pelabuhan Roro Sungai Pakning, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, Riau, Selasa (27/5/2025) pukul 17.00 WIB. Keberhasilan operasi ini menunjukkan kesigapan aparat dalam membendung peredaran narkoba, khususnya di wilayah rawan seperti Riau. Namun, kemunculan residivis sebagai pelaku utama menimbulkan pertanyaan serius tentang efektivitas program rehabilitasi dan pengawasan terhadap mantan narapidana kasus narkoba. Apakah sistem pengawasan masih memiliki celah yang memungkinkan residivis kembali beraksi? Pertanyaan ini perlu menjadi perhatian serius bagi penegak hukum dan pemangku kebijakan terkait. Kasus ini juga menyoroti betapa gigihnya jaringan narkoba dalam beroperasi, serta betapa pentingnya kerja sama lintas instansi untuk memberantasnya secara tuntas. Polri, melalui Dittipidnarkoba Bareskrim, kini tengah mendalami jaringan pelaku dan menelusuri asal-usul sabu tersebut. Investigasi menyeluruh diharapkan dapat membongkar seluruh jaringan dan mencegah peredaran narkoba lebih lanjut. Publik pun menantikan langkah konkret aparat untuk mencegah terulangnya kasus serupa di masa mendatang.

    5 Kg Sabu Digagalkan! Residivis Beraksi Lagi!
    Gambar Istimewa : pict.sindonews.net
  • Roy Suryo dan "Glembuk Solo": Misteri yang Terungkap?

    Roy Suryo dan "Glembuk Solo": Misteri yang Terungkap?

    Politica News – Mantan Menpora, KRMT Roy Suryo Notodiprojo, baru-baru ini mengungkap pengalaman unik yang dialaminya bersama Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA). Dalam wawancara eksklusif di Podcast SindoNews “To The Po!nt Aja”, Roy Suryo secara gamblang menceritakan serangkaian kejadian tak terduga yang ia sebut sebagai "Glembuk Solo". Meskipun enggan menyebutnya secara spesifik, Roy Suryo mengungkapkan kejadian tersebut dengan nada santai, menunjukkan sikap teguhnya menghadapi situasi tersebut.

    "Iya terjadi, karena orang juga tahu semua lah. Yang namanya Glembuk Solo itu terjadi. Tapi ya saya senyumin saja deh yang kayak-kayak gitu. Yang jahat yang bathil tetap bathil," ujar Roy Suryo, menunjukkan kepercayaan dirinya yang tak surut. Ia menambahkan bahwa ia masih menjalankan aktivitas normal, termasuk mengemudi sendiri, seolah menunjukkan bahwa kejadian tersebut tak menghalangi aktivitas sehari-harinya.

    Roy Suryo dan "Glembuk Solo": Misteri yang Terungkap?
    Gambar Istimewa : pict.sindonews.net

    Ketika ditanya lebih lanjut mengenai frekuensi kejadian tersebut, Roy Suryo menjawab dengan bijak, "Saya nggak bilang santet lho ya, saya senyumin saja, saya biarin saja. Insya Allah balik ke orangnya dan orangnya sudah mulai kelihatan sekarang." Jawabannya menimbulkaan rasa penasaran tentang siapa yang dimaksud dan bagaimana proses "balik ke orangnya" itu terjadi.

    Lebih lanjut, Roy Suryo mengungkapkan bahwa identitas pelaku sudah mulai terlihat. Ia menambahkan dengan nada bercanda, "Kalau menurut orang-orang yang sudah makin kelihatan tremor, hahahaha," menunjukkan bahwa ia memiliki informasi lebih lanjut tanpa membuka secara detail.

    Meskipun menghadapi situasi yang menarik perhatian ini, Roy Suryo menegaskan keyakinannya pada Tuhan. "Sekali lagi kita makhluk beragama. Kita percaya penuh kepada Tuhan YME, Allah SWT," tegasnya, menunjukkan bahwa ia menghadapi semua dengan keteguhan iman. Pernyataan ini menunjukkan bahwa ia lebih memilih untuk fokus pada keyakinan daripada terjebak dalam detail misteri yang dialaminya. Kisah ini menunjukkan sisi lain dari Roy Suryo, selain dari perannya di dunia politik.

  • Roy Suryo Bongkar Rahasia Esemka:  Kecewa Berat!

    Roy Suryo Bongkar Rahasia Esemka: Kecewa Berat!

    Politica News – Mantan Menpora, Roy Suryo, membongkar pengalaman pahitnya terkait mobil Esemka dalam podcast SindoNews "To The Po!nt Aja" Kamis (29/5/2025) malam. Bukan soal ijazah Jokowi yang menjadi sorotan kali ini, melainkan keterlibatannya yang tak terduga dalam proyek mobil kebanggaan Solo tersebut. Pengakuan mengejutkan ini mengungkap sisi lain dari cerita sukses Esemka yang selama ini dibangun.

    Dalam perbincangan dengan Lukman Hanafi dan Andry Susanto, Roy Suryo mengungkapkan kekecewaannya. Ia menceritakan perannya dalam proses pengujian mobil Esemka di Balai Uji Emisi Serpong. "Saya dan Pak Rudy (FX Hadi Rudyatmo, mantan Wakil Wali Kota Solo) yang menunggui proses uji emisi itu, dari awal hingga lulus," ujarnya. Ia menekankan keseriusannya dalam membantu mewujudkan mimpi Esemka menjadi kenyataan.

    Roy Suryo Bongkar Rahasia Esemka:  Kecewa Berat!
    Gambar Istimewa : pict.sindonews.net

    Namun, kenyataan pahit justru menanti. "Kami serius membantu agar Esemka benar-benar berhasil. Eh, ternyata kami dikibulin!" ungkap Roy Suryo dengan nada kecewa. Pernyataan ini membuat publik bertanya-tanya, siapa yang sebenarnya berada di balik kekecewaan Roy Suryo dan apa sesungguhnya yang terjadi di balik layar proyek Esemka. Ia juga menyentil citra Jokowi yang kala itu dikaitkan erat dengan mobil tersebut. "Jokowi tidak naik Esemka dari Solo ke Jakarta, yang naik saya dan Pak Rudy. Itu saksi sejarahnya," tegasnya.

    Pernyataan Roy Suryo ini pastinya akan memicu berbagai spekulasi dan pertanyaan mengenai proses pengembangan dan peluncuran mobil Esemka. Publik menanti klarifikasi lebih lanjut mengenai pengakuan mengejutkan dari mantan pejabat ini. Apakah misteri di balik proyek Esemka akan segera terungkap? Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.