Kategori: Politik

  • Abraham Samad Terseret Kasus Ijazah Jokowi? 12 Nama Jadi Terlapor!

    Abraham Samad Terseret Kasus Ijazah Jokowi? 12 Nama Jadi Terlapor!

    Politica News – Kasus dugaan ijazah palsu yang menyeret nama mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus bergulir. Polda Metro Jaya telah meningkatkan status perkara ini ke tahap penyidikan, membuka babak baru yang lebih serius. Kuasa hukum salah satu terlapor, Abdullah Alkatiri, mengungkapkan bahwa ada 12 nama yang kini berstatus sebagai terlapor dalam kasus ini.

    Abdullah Alkatiri, yang mendampingi Dokter Tifa, menyampaikan informasi ini dalam sebuah acara diskusi publik. Ia menunjukkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) yang diterimanya, yang mencantumkan daftar pelapor dan para terlapor. "Saya akan bicara, ini teman-teman dapat SPDP, ini ada 12 sekarang ini, terlapornya 12," ujarnya sambil menunjuk dokumen tersebut.

    Abraham Samad Terseret Kasus Ijazah Jokowi? 12 Nama Jadi Terlapor!
    Gambar Istimewa : pict.sindonews.net

    Yang menarik, dari daftar 12 terlapor tersebut, terdapat nama mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad. Belum ada informasi lebih lanjut mengenai peran atau keterlibatan Abraham Samad dalam kasus ini. Namun, masuknya nama tokoh publik sekelas Abraham Samad tentu menambah bobot dan daya tarik tersendiri bagi perkembangan kasus ini.

    Peningkatan status kasus ini ke tahap penyidikan menunjukkan bahwa pihak kepolisian menemukan indikasi awal adanya tindak pidana. Selanjutnya, penyidik akan melakukan serangkaian tindakan, termasuk memeriksa para saksi dan mengumpulkan bukti-bukti lain untuk memperkuat dugaan tersebut. Publik tentu akan terus memantau perkembangan kasus ini, mengingat implikasinya yang bisa sangat luas, terutama terkait dengan legitimasi mantan Presiden Jokowi. Politicanews.id akan terus memberikan informasi terbaru seputar kasus ini.

  • Jakarta Jadi Saksi HUT ke-80 RI!

    Jakarta Jadi Saksi HUT ke-80 RI!

    Politica News – Istana Kepresidenan mengumumkan bahwa perayaan akbar Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia akan tetap digelar di jantung ibu kota, Jakarta. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Hasan Nasbi, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (16/7/2025).

    Hasan Nasbi menegaskan bahwa keputusan ini merupakan informasi terkini yang diterima pihaknya. "Kalau informasi terakhir yang kita dapatkan, pelaksanaan perayaan 17 Agustus akan dilaksanakan di Jakarta," ujarnya, menjawab pertanyaan awak media mengenai lokasi perayaan kemerdekaan mendatang.

    Jakarta Jadi Saksi HUT ke-80 RI!
    Gambar Istimewa : pict.sindonews.net

    Lebih lanjut, Hasan mengungkapkan bahwa Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi telah membentuk panitia khusus untuk mempersiapkan dan menyelenggarakan peringatan HUT ke-80 RI. PCO pun turut ambil bagian dalam kepanitiaan tersebut, memastikan koordinasi yang solid antar lembaga negara.

    "Panitianya sudah dibentuk, ya panitianya sudah dibentuk oleh Menteri Sekretaris Negara, sudah ada dan PCO juga menjadi bagian dari itu," imbuh Hasan.

    Keputusan untuk tetap menggelar upacara di Jakarta ini tentu menjadi kabar penting bagi masyarakat. Persiapan dan detail acara selanjutnya akan diumumkan oleh panitia yang telah dibentuk oleh Mensesneg. Politica News akan terus memberikan informasi terkini seputar persiapan HUT ke-80 RI.

  • 8 Juta Warga Kehilangan BPJS Gratis! Ada Apa?

    8 Juta Warga Kehilangan BPJS Gratis! Ada Apa?

    Politica News – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengumumkan penonaktifan 8.261.801 peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam periode Mei-Juni 2025. Langkah ini diambil karena pemerintah menilai mereka sudah tidak lagi memenuhi kriteria penerima bantuan sosial berdasarkan kondisi ekonomi terkini.

    Politica News – Gus Ipul menjelaskan bahwa mereka yang dicoret dari daftar penerima PBI JKN akan digantikan oleh masyarakat yang berada di Desil 1, terutama mereka yang tergolong miskin ekstrem dan miskin. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan bantuan sosial tepat sasaran.

     8 Juta Warga Kehilangan BPJS Gratis! Ada Apa?
    Gambar Istimewa : pict.sindonews.net

    Politica News – Mensos menekankan pentingnya data tunggal yang akurat dan terintegrasi dalam penyaluran bantuan sosial. Menurutnya, selama ini banyak bantuan yang tidak tepat sasaran karena data yang tidak sinkron antar kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah telah menerbitkan Inpres Nomor 4 Tahun 2025 yang menunjuk Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai satu-satunya lembaga yang berwenang memproses dan menentukan data penerima bantuan.

    Politica News – Dengan terbitnya Inpres tersebut, seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah wajib mendukung pemutakhiran data yang dilakukan oleh BPS. Gus Ipul mengakui bahwa data yang ada saat ini belum sempurna, namun ia menekankan bahwa pemerintah telah sepakat untuk memulai proses perbaikan bersama.

    Politica News – Penonaktifan lebih dari 8 juta data penerima PBI merupakan konsekuensi dari penerapan Inpres 4/2025. Meskipun jumlahnya signifikan, Gus Ipul menegaskan bahwa kuota PBI tidak dikurangi. Kuota yang ada akan dialihkan kepada penerima manfaat yang dinilai lebih berhak. Pemerintah berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan data agar bantuan sosial dapat disalurkan secara efektif dan efisien kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.

  • Chromebook: Kejagung Sikat Koruptor Pendidikan?

    Chromebook: Kejagung Sikat Koruptor Pendidikan?

    Politica News – Kejaksaan Agung (Kejagung) terus menggeber pengusutan dugaan korupsi dalam program digitalisasi pendidikan di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Sebelum menetapkan empat tersangka dalam kasus pengadaan Chromebook, tim penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) telah memeriksa intensif 80 saksi dan 3 ahli.

    Penyelidikan yang dimulai sejak 20 Mei 2025 ini, menurut Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Harli Siregar, dilakukan secara maraton untuk mengumpulkan bukti-bukti yang dapat mengungkap fakta sebenarnya. "Penyidik terus secara maraton melakukan upaya-upaya bagaimana mengungkap, mengumpulkan bukti-bukti untuk membuat terang dari tindak pidana yang sebagai tujuan dari penyelidikan itu sendiri," tegas Harli dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (15/7/2025).

     Chromebook: Kejagung Sikat Koruptor Pendidikan?
    Gambar Istimewa : pict.sindonews.net

    Selain pemeriksaan saksi dan ahli, penyidik juga mengumpulkan berbagai barang bukti, baik berupa dokumen maupun data elektronik dari berbagai sumber. Semua barang bukti tersebut dianalisis secara mendalam untuk mengungkap keterkaitan pihak-pihak tertentu dalam dugaan tindak pidana korupsi ini.

    Penetapan empat tersangka ini merupakan babak baru dalam pengusutan kasus yang berpotensi merugikan keuangan negara. Publik menanti langkah selanjutnya dari Kejagung untuk menuntaskan kasus ini secara transparan dan akuntabel, serta menyeret semua pihak yang terlibat ke pengadilan.

  • TikTok Berujung Sidang Etik: Anggota DPR Menyesal!

    TikTok Berujung Sidang Etik: Anggota DPR Menyesal!

    Politica News – Anggota Komisi XIII DPR RI, Prana Putra Sohe, mengakui penyesalannya atas gestur tak pantas yang dilakukannya saat siaran langsung di TikTok. Pengakuan ini disampaikan saat ia menjalani pemeriksaan oleh Majelis Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI, Selasa (15/7/2025), di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

    Dalam sidang yang dipimpin oleh Anggota MKD DPR Tommy Kurniawan, Prana Putra mengaku ketidaktahuannya mengenai Peraturan DPR RI yang mengatur etika anggota dewan di ruang publik, termasuk platform media sosial. "Terima kasih Yang Mulia, jadi saya sebenarnya belum pernah membaca aturan-aturan tersebut, saya baru tahu saya lihat," ungkap Prana menjawab pertanyaan Tommy Kurniawan.

     TikTok Berujung Sidang Etik: Anggota DPR Menyesal!
    Gambar Istimewa : pict.sindonews.net

    Tommy Kurniawan kemudian menanyakan secara langsung apakah Prana Putra menyesali perbuatannya. "Terima kasih, Yang Mulia. Saya terus terang menyesal," jawab mantan Wali Kota Lubuklinggau tersebut dengan nada menyesal.

    Meski demikian, Prana Putra menyatakan belum memiliki rencana untuk memberikan klarifikasi kepada publik terkait gesturnya tersebut. Ia beralasan khawatir klarifikasi tersebut justru akan menjadi bumerang. Kasus ini menjadi sorotan dan mengingatkan para pejabat publik untuk lebih berhati-hati dalam berperilaku, bahkan di platform media sosial sekalipun. Informasi ini dilansir dari politicanews.id.

  • Terancam Blacklist Jepang? KBRI Tokyo Buka Suara Soal PMI

    Terancam Blacklist Jepang? KBRI Tokyo Buka Suara Soal PMI

    Politica News – Jagat media sosial dihebohkan dengan video viral yang mengklaim Jepang akan memasukkan pekerja migran Indonesia (PMI) ke dalam daftar hitam. Isu ini mencuat seiring dengan pemberitaan mengenai sejumlah kasus kriminal dan perilaku kurang terpuji yang diduga dilakukan oleh WNI di Negeri Sakura.

    Video yang diunggah oleh akun TikTok @isuul14 menjadi sorotan utama. Dalam video singkat tersebut, terdapat narasi yang menyebutkan bahwa tahun 2026 akan menjadi kesempatan terakhir bagi WNI untuk bekerja di Jepang. Sontak, unggahan ini memicu kepanikan dan kebingungan di kalangan calon PMI.

    Terancam Blacklist Jepang? KBRI Tokyo Buka Suara Soal PMI
    Gambar Istimewa : pict.sindonews.net

    Menanggapi isu yang berkembang pesat ini, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo angkat bicara. Melalui keterangan resmi yang diterima politicanews.id, KBRI Tokyo menyatakan tengah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait di Jepang untuk mengklarifikasi kebenaran informasi tersebut.

    "Kami sedang berupaya mendapatkan informasi yang akurat dan komprehensif dari otoritas Jepang mengenai isu ini," ujar perwakilan KBRI Tokyo.

    KBRI Tokyo juga mengimbau kepada masyarakat Indonesia untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Mereka berjanji akan segera memberikan informasi resmi setelah mendapatkan klarifikasi dari pihak Jepang.

    Isu ini menjadi perhatian serius mengingat Jepang merupakan salah satu negara tujuan favorit bagi PMI. Pemerintah Indonesia terus berupaya meningkatkan kualitas dan perlindungan bagi PMI yang bekerja di luar negeri, termasuk di Jepang.

  • Rotasi Polri: 77 AKBP Siap Sandang Bintang Kombes!

    Rotasi Polri: 77 AKBP Siap Sandang Bintang Kombes!

    Politica News – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kembali melakukan perombakan di tubuh Polri. Kali ini, sebanyak 77 perwira menengah berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) mendapatkan promosi jabatan dan kenaikan pangkat menjadi Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol). Kebijakan ini tertuang dalam lima Surat Telegram (ST) bernomor ST/1421/VI/KEP./2025 hingga ST/1425/VI/KEP./2025 tertanggal 24 Juni 2025, yang ditandatangani oleh As SDM Polri Irjen Pol Anwar.

    Kenaikan pangkat ini merupakan bagian dari mutasi besar yang melibatkan 702 anggota Polri. Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, Karo Penmas Divisi Humas Polri, menjelaskan bahwa mutasi adalah dinamika organisasi yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja, melakukan regenerasi, serta memenuhi kebutuhan organisasi.

    Rotasi Polri: 77 AKBP Siap Sandang Bintang Kombes!
    Gambar Istimewa : pict.sindonews.net

    "Mutasi jabatan merupakan proses alamiah dalam organisasi sebagai bentuk penyegaran, pengembangan karier, serta pemenuhan kebutuhan organisasi. Ini juga mencerminkan komitmen Polri dalam menjaga profesionalisme dan responsivitas dalam pelayanan kepada masyarakat," ujar Trunoyudo seperti dikutip politicanews.id, Selasa (15/7/2025).

    Beberapa nama AKBP yang mendapatkan promosi jabatan dan kenaikan pangkat antara lain:

    1. AKBP Susilo Edy, dari Pamen Bareskrim Polri penugasan pada KPK menjadi Penyidik Tindak Pidana Madya TK III Bareskrim Polri.
    2. AKBP Taufik Nurmandia, dari Wadir Reskrimsus Polda Jambi menjadi Dirreskrimsus Polda Jambi.
    3. AKBP Harissandi, dari Wadir Resnarkoba Polda Sumsel menjadi Kabid Propram Polda Riau.
    4. AKBP Max Mariners, dari Penata Kebijakan Kapolri Madya TK III Polda Bengkulu menjadi Kapolresta Pangkal Pinang.
    5. AKBP Warsono, dari Kabagbinkar RO SDM Polda Jatim menjadi Karo SDM Polda Kaltara.
    6. AKBP Yusep Dwi Prastiya, dari Kabagbinkar RO SDM Polda Kaltim menjadi Dirlantas Polda Kalteng.
    7. AKBP Rizal Agus Triyadi, dari Kabagdal Ops Roops Polda Sumsel menjadi Auditor Kepolisian Madya TK III Itwasum Polri.
    8. AKBP Hasanuddin

    Promosi ini diharapkan dapat memberikan semangat baru bagi para perwira dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, serta meningkatkan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat.

  • Indonesia Guncang Paris! Satgas Patriot Pukau Bastille Day

    Indonesia Guncang Paris! Satgas Patriot Pukau Bastille Day

    Politica News – Sorak sorai menggema di Place de la Concorde, Paris, Prancis, pada Senin (14/7/2025) saat Kontingen Satgas Patriot II Indonesia dengan gagah berani membuka Parade Bastille Day 2025. Derap langkah yang mantap dan alunan musik drum band yang memukau dari pasukan Indonesia berhasil mencuri perhatian publik Prancis dan membangkitkan kebanggaan di hati seluruh rakyat Indonesia.

    Sebagai kontingen kehormatan, penampilan Satgas Patriot II Indonesia menjadi sorotan utama dalam perayaan Hari Bastille tahun ini. Formasi yang sempurna dan ritme yang memukau dari 451 personel gabungan Akademi Militer, Akademi Angkatan Laut, Akademi Angkatan Udara, Akademi Kepolisian, serta prajurit TNI AD, AL, dan AU menampilkan defile yang mengusung semangat juang, profesionalisme, serta nilai-nilai luhur budaya bangsa.

    Indonesia Guncang Paris! Satgas Patriot Pukau Bastille Day
    Gambar Istimewa : pict.sindonews.net

    Salah satu anggota kontingen, Zahran, mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan bersejarah ini. "Sudah latihan begitu lama dan dengan harapan hari ini kita akan memberikan yang terbaik untuk negara kami, untuk matra kami, untuk kesatuan kami, dan semoga semua warga di sini dapat menikmati penampilan kami," ujarnya dengan penuh semangat.

    Kehadiran Presiden Prabowo Subianto sebagai tamu kehormatan dalam perayaan Bastille Day tahun ini semakin menambah kebanggaan bagi kontingen Indonesia. Dukungan dan apresiasi dari Presiden menjadi motivasi tambahan bagi Satgas Patriot II Indonesia untuk memberikan penampilan terbaik mereka di hadapan dunia. Penampilan gemilang Satgas Patriot II Indonesia di Parade Bastille Day 2025 menjadi bukti nyata kualitas dan profesionalisme pasukan Indonesia di mata dunia. Momen ini tidak hanya membanggakan bangsa, tetapi juga mempererat hubungan antara Indonesia dan Prancis.

  • Indonesia Raya Menggetarkan Champs-Élysées: Prabowo Saksikan Kebanggaan di Bastille Day!

    Indonesia Raya Menggetarkan Champs-Élysées: Prabowo Saksikan Kebanggaan di Bastille Day!

    Politica News – Lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang dengan khidmat di jantung Kota Paris, Prancis, pada perayaan Bastille Day, Senin (14/7/2025). Momen bersejarah ini terjadi saat kontingen Indonesia, yang terdiri dari prajurit TNI, taruna Akademi Militer (Akmil), dan Akademi Kepolisian (Akpol), berpartisipasi dalam parade militer megah atau defile di jalanan ikonik Champs-Élysées, tak jauh dari Arc de Triomphe yang megah.

    Dalam persiapan yang intensif, semangat nasionalisme membara saat para perwakilan Indonesia menyanyikan Indonesia Raya dengan penuh dedikasi. Kerapian barisan dan disiplin tinggi para peserta menambah kesan sakral di tengah suasana penghormatan terhadap sejarah Revolusi Prancis yang menggema.

    Indonesia Raya Menggetarkan Champs-Élysées: Prabowo Saksikan Kebanggaan di Bastille Day!
    Gambar Istimewa : pict.sindonews.net

    Lantunan lagu kebangsaan yang membangkitkan semangat itu disambut dengan tepuk tangan meriah dari warga lokal dan wisatawan yang memadati kawasan tersebut. Kontingen Indonesia kemudian melanjutkan dengan menampilkan yel-yel kebanggaan, memamerkan semangat dan karakter bangsa Indonesia di panggung internasional.

    Bastille Day, yang diperingati setiap tanggal 14 Juli, menandai peristiwa penting penyerbuan Benteng Bastille pada tahun 1789, sebuah momen krusial dalam sejarah Revolusi Prancis dan kelahiran Republik Prancis.

    Tahun ini, Presiden Prabowo Subianto secara khusus hadir dalam perayaan Bastille Day atas undangan resmi dari Presiden Prancis Emmanuel Macron. Undangan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan kenegaraan Macron ke Indonesia pada akhir Mei lalu.

    Kehadiran Prabowo dan kontingen Indonesia, serta berkumandangnya Indonesia Raya, menjadi simbol eratnya hubungan diplomatik dan kerja sama strategis yang semakin kuat antara Indonesia dan Prancis. Momen ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi bangsa Indonesia. Informasi ini dilansir dari politicanews.id.

  • Hasto Geram! Replik Jaksa KPK Tak Sentuh Inti Perkara?

    Hasto Geram! Replik Jaksa KPK Tak Sentuh Inti Perkara?

    Politica News – Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, menyatakan kesiapannya untuk memberikan jawaban atas replik Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang lanjutan kasus dugaan suap pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR dan upaya menghalangi penyidikan. Sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (14/7/2025), diwarnai kekecewaan Hasto terhadap replik jaksa yang dinilainya tidak menjawab substansi dari pembelaannya.

    Hasto mengungkapkan bahwa ia telah mengantisipasi materi replik yang diajukan oleh JPU. "Tadi sudah didengarkan semuanya replik dari penuntut umum seperti yang telah diperkirakan sebelumnya, maka tadi malam secara khusus saya juga sudah menyiapkan untuk jawaban duplik," ujarnya usai persidangan.

     Hasto Geram! Replik Jaksa KPK Tak Sentuh Inti Perkara?
    Gambar Istimewa : pict.sindonews.net

    Lebih lanjut, Hasto menyoroti bahwa replik jaksa tidak menanggapi fakta-fakta penting yang ia sampaikan dalam pleidoinya, terutama terkait dugaan kriminalisasi terhadap dirinya. "Dari replik tadi terlihat bahwa terhadap fakta-fakta yang kami sampaikan adanya rekayasa dan juga penyelundupan fakta dan kriminalisasi ternyata tidak mampu dijawab oleh penuntut umum," tegasnya. Hasto merasa bahwa upaya pembelaannya, yang mengungkap adanya indikasi rekayasa dan kriminalisasi dalam kasus ini, diabaikan begitu saja oleh JPU. Jawaban duplik pun telah disiapkan untuk menanggapi replik tersebut.