Ancaman Baru Bab al-Mandab Guncang Pelayaran

Ancaman Baru Bab al-Mandab Guncang Pelayaran

politicanews.id – Dunia kembali dihadapkan pada potensi gejolak serius di jalur maritim vital. Qatar melayangkan peringatan keras terkait ancaman gangguan pelayaran di Selat Bab al-Mandab. Seruan ini muncul di tengah kekhawatiran global yang belum usai akibat penutupan Selat Hormuz sebelumnya.

Direktur Departemen Media dan Komunikasi Kementerian Luar Negeri Qatar, Ibrahim bin Sultan Al-Hashmi, menegaskan bahwa pemblokiran koridor perairan internasional bukanlah sebuah kenormalan baru yang bisa diterima. Baik Qatar maupun komunitas global menolak keras tindakan semacam itu. "Dunia sudah cukup terpukul oleh penutupan Selat Hormuz. Kita tidak bisa membiarkan arus pelayaran melalui Bab al-Mandab ikut terhambat," ujar Al-Hashmi dalam taklimat mingguan kementerian.

Ancaman Baru Bab al-Mandab Guncang Pelayaran
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Qatar secara konsisten mengedepankan diplomasi, dialog, dan solusi damai sebagai satu-satunya jalan keluar untuk meredakan konflik regional. Al-Hashmi menekankan bahwa negosiasi adalah kunci utama. Saat disinggung mengenai upaya mempertemukan negara-negara Teluk dengan Iran pasca penundaan pertemuan regional di Oman, ia kembali menggarisbawahi pentingnya kebebasan navigasi dan perdagangan bagi Qatar dan seluruh dunia.

COLLABMEDIANET

"Berbagai upaya terus digencarkan. Inisiatif ini tidak akan berhenti," imbuhnya, seraya menambahkan bahwa krisis regional akan menjadi agenda utama delegasi Qatar dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa mendatang.

Kekhawatiran ini semakin memuncak setelah kelompok Houthi Yaman menguasai kota pelabuhan strategis Mocha pada 10 September. Sehari kemudian, mereka bergerak ke selatan menuju wilayah Bab al-Mandab dan menduduki Pulau Mayun yang berada tepat di jantung selat. Langkah ini secara signifikan memperkuat kendali Houthi atas titik sempit krusial yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.

Meskipun Houthi menyatakan bahwa pelayaran internasional melalui selat tetap bebas dan aman, mereka memberlakukan larangan maritim terhadap kapal-kapal Arab Saudi sejak 20 Juli. Situasi ini menciptakan ketidakpastian dan menambah daftar panjang tantangan keamanan di salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar