Misteri Jurnalis Hilang Doa Surabaya Menggema

Misteri Jurnalis Hilang Doa Surabaya Menggema

politicanews.id – Surabaya bergelora dalam doa bersama. Hati para jurnalis dan kru kapal yang hilang misterius di Selat Sunda kini menjadi pusat perhatian. Harapan besar tercurah agar mereka segera kembali selamat setelah menjalankan tugas peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Solidaritas mendalam ditunjukkan oleh Pewarta Foto Indonesia PFI Kota Surabaya bersama Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia IJTI Surabaya serta sejumlah insan pers lainnya. Mereka berkumpul di depan Taman Apsari Surabaya Jumat lalu bukan untuk beraksi namun murni memanjatkan doa. Ketua PFI Kota Surabaya Suryanto menegaskan kegiatan ini adalah wujud harapan agar seluruh rekan jurnalis dan kru yang masih dalam penelusuran segera ditemukan dalam keadaan baik.

Misteri Jurnalis Hilang Doa Surabaya Menggema
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Lima jurnalis yang hingga kini belum diketahui keberadaannya adalah M Bagus Khoirunnas dari Perum LKBN ANTARA Ari Basuki dari Merdekacom Yudistiro Pranoto dari iNews Firman Daus dari Anadolu Agency serta Donal Husni seorang jurnalis lepas. Mereka ditemani tiga kru kapal yang juga ikut menghilang.

COLLABMEDIANET

Momen doa bersama itu diwarnai dengan penyalaan lilin. Cahaya kecil lilin menjadi simbol harapan yang tak pernah padam dari rekan-rekan seprofesi. Simbol ini mewakili keinginan kuat agar kelima jurnalis dan tiga kru kapal tersebut dapat segera ditemukan tanpa kurang suatu apapun.

PFI bersama organisasi jurnalis lain terus berkoordinasi intensif dengan tim SAR gabungan. Upaya pencarian terus didukung penuh sekaligus memberikan pendampingan psikologis bagi keluarga para jurnalis yang masih menanti kabar. PFI Kota Surabaya juga menjalin komunikasi erat dengan pengurus PFI nasional serta perusahaan media tempat para jurnalis bekerja demi memastikan pemantauan perkembangan pencarian.

Secara khusus untuk Firman Daus dari Anadolu Agency Suryanto menjelaskan bahwa pihak media yang bersangkutan telah mengetahui informasi ini. Mereka juga telah melakukan pendekatan langsung kepada Tim SAR dan Basarnas untuk mendukung proses pencarian.

Suryanto mengingatkan pentingnya mitigasi risiko bagi jurnalis di lapangan. Terutama saat meliput di area berbahaya seperti gunung berapi atau perairan. Jurnalis memang dituntut mendekati objek untuk mendapatkan informasi dan visual terbaik namun perhitungan jarak aman dan persiapan matang adalah hal mutlak.

Menurutnya jurnalis berpengalaman pasti telah melakukan berbagai bentuk mitigasi. Namun kondisi alam yang tak terduga seperti perubahan cuaca ekstrem dan gelombang besar tetap menjadi tantangan yang sulit diprediksi. Alam memiliki kekuatannya sendiri yang terkadang tak bisa dilawan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar