politicanews.id – Kabar gembira datang dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB yang memastikan penanganan dua bencana besar di Indonesia berhasil tuntas. Banjir bandang di Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah dan krisis air bersih akibat kekeringan di Kabupaten Serang Banten kini telah terkendali sepenuhnya berkat respons cepat tim di lapangan.
Berton SP Panjaitan Pejabat sementara Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB menegaskan bahwa kesigapan Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD setempat menjadi kunci utama keberhasilan ini. "Selain kebakaran hutan dan lahan bencana lain seperti banjir bandang di Parigi Moutong serta kekeringan di Serang juga telah berhasil kami atasi" ujar Berton di Jakarta.

Ia menjelaskan banjir bandang yang sebelumnya melanda Desa Avolua Kecamatan Parigi Utara Kabupaten Parigi Moutong kini telah surut total. Bencana yang terjadi pada Rabu pekan lalu itu sempat berdampak pada 73 keluarga atau 251 jiwa. Sebanyak 15 keluarga dengan 50 jiwa yang sempat mengungsi mandiri kini telah kembali ke rumah masing-masing.

Related Post
Tim reaksi cepat BPBD tidak tinggal diam mereka segera menyalurkan bantuan logistik berupa makanan siap saji dan air bersih. Pasokan yang memadai memastikan kebutuhan para penyintas terpenuhi. Petugas juga aktif membantu membersihkan sisa material lumpur yang menutupi area terdampak.
Sementara itu di Kabupaten Serang krisis air bersih akibat kekeringan parah juga berhasil diatasi. Tim reaksi cepat BPBD setempat mendistribusikan 10.500 liter air bersih kepada warga. Bantuan ini disalurkan kepada 45 keluarga atau 180 jiwa di Desa Citaman Kecamatan Ciomas yang sumber mata airnya mengering selama musim kemarau panjang ini.
BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam menggunakan air bersih selama musim kemarau. Selain itu penting untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan segera berkoordinasi dengan instansi terkait jika menemukan potensi ancaman bencana di lingkungan sekitar. Kesadaran dan partisipasi aktif warga sangat dibutuhkan untuk mitigasi bencana.








Tinggalkan komentar