politicanews.id – Sulawesi Tengah bersiap menghadapi era baru dalam upaya pemberantasan tuberkulosis TBC dengan dukungan signifikan dari Kementerian Kesehatan RI. Sebanyak 16 unit X-ray portabel canggih akan segera memperkuat infrastruktur kesehatan di seluruh kabupaten dan kota, menandai langkah maju dalam deteksi dini penyakit menular ini. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng Syahriar mengungkapkan optimisme bahwa peralatan vital ini akan mulai beroperasi pada September 2026.
Tidak hanya X-ray, Sulawesi Tengah juga akan dilengkapi dengan perangkat Near Point of Care NPOC. Alat ini dirancang khusus untuk mobilitas tinggi, memungkinkan pemeriksaan TBC dilakukan di daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau fasilitas kesehatan utama. Dengan kapabilitas yang setara dengan Tes Cepat Molekuler TCM namun jauh lebih fleksibel, NPOC diharapkan mampu menjaring lebih banyak kasus TBC di pelosok provinsi.

Syahriar menjelaskan bahwa penguatan alat deteksi ini sangat krusial. Selama ini penanganan TBC cenderung terfokus pada individu yang sudah menunjukkan gejala aktif. Akibatnya, kelompok berisiko tinggi seperti anggota keluarga atau kontak erat pasien seringkali luput dari skrining dan intervensi preventif. Kondisi ini menjadi salah satu pemicu terus munculnya kasus TBC baru setiap tahun, karena bakteri Mycobacterium tuberculosis dapat bersembunyi dalam fase laten sebelum berkembang menjadi penyakit aktif.

Related Post
Peningkatan deteksi kasus harus diiringi dengan optimalisasi pengobatan untuk tidak hanya menyembuhkan penderita tetapi juga memutus rantai penularan. Tujuan utamanya adalah menekan prevalensi TBC secara signifikan, menggenjot penemuan kasus, dan memperkuat terapi preventif. Langkah strategis ini diharapkan mampu menurunkan angka penyakit TBC dari tahun ke tahun.
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa Sulawesi Tengah telah menunjukkan kinerja yang impresif. Pada tahun 2025 provinsi ini berada di jajaran enam provinsi teratas secara nasional dalam penemuan kasus TBC. Dari perkiraan total 10.066 kasus, Sulteng berhasil mengidentifikasi 8.419 kasus atau sekitar 83,6 persen. Angka penemuan yang tinggi ini juga dibarengi dengan rasio pengobatan yang memuaskan mencapai sekitar 90 persen dari seluruh kasus yang terdeteksi. Dengan tambahan alat canggih ini diharapkan Sulteng dapat semakin mempercepat eliminasi TBC.








Tinggalkan komentar