politicanews.id – Dini hari Minggu 23 Agustus 2026, ketenangan warga Manggarai Nusa Tenggara Timur terusik oleh getaran bumi berkekuatan magnitudo 4.8. Guncangan dahsyat ini melanda perairan timur laut Ruteng, memicu kewaspadaan meski Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika BMKG memastikan tidak ada potensi tsunami.
Pusat gempa tercatat berjarak 84 kilometer dari timur laut Ruteng, tepatnya pada koordinat 7.85 Lintang Selatan dan 120.50 Bujur Timur. Kedalaman hiposenter mencapai 31 kilometer. Informasi terkini ini disampaikan oleh BMKG melalui akun resmi X mereka, sesaat setelah kejadian pada pukul 00.42 WITA.

Hingga laporan ini disusun, belum ada kabar mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat guncangan tersebut. Namun, peristiwa ini menambah daftar panjang aktivitas seismik yang kerap melanda wilayah perairan NTT dalam beberapa jam terakhir. Sebelumnya, serangkaian gempa dengan magnitudo bervariasi antara 2.0 hingga 4.0 juga sempat mengguncang area yang sama.

Related Post
Salah satu gempa signifikan yang mendahului guncangan 4.8 magnitudo terjadi pada pukul 00.26 WITA di hari yang sama. Gempa berkekuatan 4.0 magnitudo itu berpusat sekitar 74 kilometer dari Ruteng, dengan kedalaman yang lebih dangkal yakni 14 kilometer, pada koordinat 7.95 Lintang Selatan dan 120.56 Bujur Timur.
BMKG terus memantau perkembangan situasi secara intensif. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak panik, namun selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan. Pihak berwenang juga terus mengumpulkan data guna memastikan keamanan dan keselamatan warga di wilayah terdampak.








Tinggalkan komentar