Terungkap Aksi Nekat Molotov Hingga Emas Ilegal

Terungkap Aksi Nekat Molotov Hingga Emas Ilegal

politicanews.id – Rentetan peristiwa hukum kembali mewarnai pemberitaan di berbagai penjuru tanah air. Dari aksi pelemparan bom molotov yang menghebohkan Surabaya hingga terungkapnya jaringan penyelundupan emas ilegal oleh warga asing, aparat penegak hukum berjibaku mengungkap tabir di balik setiap insiden. Berbagai kasus ini menjadi sorotan utama, menunjukkan dinamika penegakan keadilan di Indonesia.

Di Jawa Timur, Kepolisian Daerah (Polda) tengah gencar mengusut motif di balik aksi pelemparan benda diduga bom molotov yang menyasar dua Pos Lalu Lintas di Margorejo dan Cito pada Sabtu malam. Seorang pria yang diduga kuat terlibat dalam insiden tersebut telah diamankan oleh Polrestabes Surabaya. Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menegaskan bahwa penyidik masih mendalami secara menyeluruh rangkaian peristiwa, barang bukti yang ditemukan, serta kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam kejadian yang meresahkan warga ini.

Terungkap Aksi Nekat Molotov Hingga Emas Ilegal
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Sementara itu, di ibu kota, Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri berhasil membongkar praktik penyelundupan emas ilegal. Dalam operasi senyap Minggu dini hari, aparat menggerebek dua unit apartemen di kawasan Sunter, Jakarta Utara. Dari penggerebekan tersebut, dua warga negara India yang diduga menjadi otak di balik perdagangan gelap emas berhasil diciduk. Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Brigjen Pol Mohammad Irhamni, mengonfirmasi penangkapan ini, menandai pukulan telak bagi sindikat penyelundupan.

COLLABMEDIANET

Dari wilayah timur Indonesia, Papua Tengah menggaungkan aspirasi penting untuk penguatan lembaga hukum. Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, menampung usulan pembentukan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua Tengah. Proposal ini mengemuka dalam pertemuan dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat di Nabire, Minggu. Usulan tersebut akan diteruskan kepada pemerintah pusat, sebagai langkah strategis untuk memperkuat penegakan hukum di provinsi baru tersebut.

Tak hanya itu, kepedulian Polri juga terwujud dalam misi kemanusiaan. Korps Bhayangkara mengerahkan tim SAR khusus dari Direktorat Polisi Satwa Korps Sabhara Baharkam Polri, lengkap dengan 10 anjing K-9 terlatih. Satuan ini diberangkatkan menuju Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk membantu operasi pencarian korban yang terdampak gempa bumi. Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menjelaskan bahwa 21 personel SAR dengan kompetensi khusus pencarian korban ini siap bahu-membahu mempercepat proses evakuasi dan penyelamatan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar