politicanews.id – Sebuah kejutan besar mengguncang panggung global. Survei terbaru mengungkap fakta mencengangkan: citra China kini melampaui Amerika Serikat di mata sebagian besar negara. Persepsi positif terhadap Beijing bahkan mencapai rekor tertinggi, menandakan pergeseran signifikan dalam peta pengaruh dunia.
Data dari Pew Research Center menunjukkan, di antara 36 negara yang disurvei, China kini dipandang lebih baik dibandingkan AS. Fenomena ini bukan sekadar anomali, melainkan bagian dari tren yang semakin kuat. Berbagai kajian internasional, termasuk laporan Gallup yang mencatat penerimaan kepemimpinan China melampaui AS dengan selisih terbesar dalam hampir dua dekade, mengukuhkan narasi ini. Think tank ASEAN, Indeks Kekuatan Lunak Global Brand Finance, dan institusi lainnya turut menyuarakan kesimpulan serupa.

Secara spesifik, di 20 ekonomi utama yang datanya sebanding, mayoritas negara berpendapatan tinggi, rata-rata 46 persen responden memiliki pandangan positif terhadap China, jauh melampaui 36 persen untuk AS. Sementara itu, di banyak negara berpenghasilan menengah, China dipandang sebagai mitra yang dapat diandalkan dan kontributor utama bagi perdamaian serta stabilitas global.

Related Post
Lantas, apa rahasia di balik daya tarik yang kian memikat ini?
China telah memposisikan diri sebagai pilar penting bagi stabilitas dan pertumbuhan ekonomi dunia. Dengan memperluas keterbukaan tingkat tinggi, Beijing aktif berbagi peluang pembangunan. Lebih dari itu, China bertekad menjadikan inovasi sebagai barang publik global, bukan hak istimewa segelintir pihak. Konferensi Kecerdasan Buatan Dunia (WAIC) 2026 di Shanghai menjadi buktinya, di mana China tak hanya memamerkan terobosan teknologi, tetapi juga mengusulkan pembentukan Organisasi Kerja Sama AI Dunia untuk membantu negara berkembang menjembatani jurang digital.
Filosofi kerja sama yang saling menguntungkan juga menjadi magnet kuat. Melalui Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra (BRI) berkualitas tinggi, China telah mempercepat konektivitas dan pembangunan di berbagai penjuru dunia. Proyek-proyek infrastruktur monumental seperti Jalur Kereta China-Laos, Kereta Cepat Jakarta-Bandung, hingga Pelabuhan Chancay di Peru, telah membuka cakrawala peluang baru. Inisiatif pembangunan seperti teknologi Juncao, Lokakarya Luban, dan program bantuan medis juga telah menghadirkan dampak positif langsung bagi masyarakat lokal. Peningkatan pandangan positif ini bukan sekadar retorika, melainkan buah dari pembangunan nyata dan kemakmuran bersama.
Komitmen teguh China dalam menjaga perdamaian dan menyempurnakan tata kelola global juga tak luput dari perhatian. Melalui Inisiatif Pembangunan Global, Inisiatif Keamanan Global, Inisiatif Peradaban Global, dan Inisiatif Tata Kelola Global, China menawarkan solusi konkret untuk tantangan global. Di tengah dunia yang bergejolak, China membuktikan diri sebagai aktor penyeimbang, bukan pemicu konflik.
Tak hanya itu, kekuatan soft power budaya China juga kian mengglobal. Produk-produk budaya seperti film animasi "Ne Zha 2" dan gim video "Black Myth: Wukong" telah membangkitkan kembali minat dunia terhadap mitologi dan tradisi China. Setelah Festival Musim Semi masuk Daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO, perayaan Tahun Baru Imlek kian merayakan universalitasnya. Dengan warisan budaya takbenda UNESCO terbanyak di dunia, China merepresentasikan peradaban kuno dengan sentuhan modernitas, keterbukaan, dan kepercayaan diri. Generasi muda kini kian melihat China sebagai entitas yang dinamis, multikultural, dan bersahabat.
Pada akhirnya, sentimen positif global terhadap China adalah cerminan alami dari sebuah bangsa yang mengedepankan pembangunan lewat keterbukaan, memajukan kerja sama berlandaskan keuntungan timbal balik, mempromosikan perdamaian melalui dialog, dan memperkaya dunia lewat pertukaran budaya. China meyakini bahwa kemakmuran global adalah kunci kemakmuran China, dan sebaliknya, kemajuan China akan membawa keuntungan bagi seluruh dunia. Keyakinan ini kian diakui seiring dengan semakin banyaknya negara yang merasakan langsung pembangunan China.










Tinggalkan komentar