politicanews.id – Sebuah peringatan serius datang dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme BNPT mengenai evolusi ancaman terorisme. Kepala BNPT Eddy Hartono menegaskan bahwa pola bahaya ekstremisme kini telah bermetamorfosis secara drastis menuntut seluruh elemen bangsa untuk segera beradaptasi dengan kemajuan teknologi serta memperkuat sinergi dalam upaya pencegahan. Era di mana pertemuan fisik menjadi kunci penyebaran paham radikal telah usai digantikan oleh dominasi platform digital yang menjadi medan baru bagi kelompok teror untuk menyebarkan pengaruhnya.
Eddy Hartono menyoroti bahwa ancaman terorisme saat ini jauh lebih adaptif dan gigih. Ia menekankan pentingnya pemikiran yang inovatif seiring BNPT memasuki usia ke-16. Proses doktrinasi terorisme tidak lagi memerlukan struktur organisasi formal atau tatap muka melainkan telah sepenuhnya beralih ke ranah siber.

Di jagat digital jaringan terorisme berevolusi dengan cepat melalui tiga pilar utama yaitu rekrutmen anggota baru propaganda ideologi kekerasan dan penggalangan dana terorisme. Modus operandi ini memungkinkan mereka menjangkau audiens yang lebih luas tanpa terdeteksi secara fisik.

Related Post
Meski demikian di tengah perubahan modus yang kian canggih Indonesia berhasil mempertahankan rekor positif dalam upaya kontra-terorisme. Sejak tahun 2024 hingga kini tidak ada satu pun aksi terorisme yang terjadi di tanah air sebuah pencapaian yang patut dibanggakan.
Capaian gemilang ini menurut Eddy merupakan buah dari paduan kekuatan aparat intelijen penegak hukum berbagai kementerian dan lembaga pemerintah daerah akademisi pemuka agama organisasi masyarakat media massa serta partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat. Kolaborasi menjadi kunci utama keberhasilan dalam menangkis berbagai rencana serangan teror selama tiga tahun terakhir.
Memasuki usia ke-16 pada Kamis 16 Juli BNPT kembali mengingatkan bahwa ancaman terorisme di Indonesia kini semakin bergeser ke dunia maya. Dengan mengusung tema Kolaborasi Jaga Indonesia peringatan hari jadi BNPT ini menjadi momentum krusial untuk mempererat kerja sama lintas sektor dalam menghadapi tantangan terorisme yang terus berkembang khususnya di era digital.
BNPT menilai bahwa keamanan Indonesia dari aksi teror tidak hanya bergantung pada kinerja aparat keamanan. Namun juga sangat memerlukan peningkatan kecakapan digital kewaspadaan publik serta penguatan imunitas kolektif terhadap infiltrasi ideologi kekerasan di ruang siber.










Tinggalkan komentar