politicanews.id – Ancaman penularan penyakit menjadi sorotan utama menjelang kedatangan jamaah haji asal Jambi. Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jambi menyerukan kewaspadaan ekstra bagi panitia penyelenggara serta keluarga yang akan menyambut kepulangan para tamu Allah. Penggunaan masker menjadi keharusan guna meminimalisir risiko kesehatan yang berpotensi muncul dari interaksi global selama ibadah haji.
Kepala Bidang Bina Haji Umrah dan Pelayanan Haji Kanwil Kemenhaj Provinsi Jambi Majdi di Jambi menegaskan pentingnya langkah antisipasi ini. Menurutnya, jutaan umat Islam dari berbagai penjuru dunia berkumpul di Tanah Suci, menciptakan lingkungan dengan mobilitas dan interaksi yang sangat tinggi. Kondisi ini secara alami meningkatkan potensi penyebaran berbagai jenis penyakit menular. Oleh karena itu, langkah pencegahan dini dianggap krusial untuk melindungi kesehatan semua pihak.

Pihak Kemenhaj Jambi secara tegas menginstruksikan seluruh panitia yang bertugas di Embarkasi Haji Antara Jambi untuk senantiasa menggunakan alat pelindung diri, terutama masker, selama proses penyambutan hingga pemulangan jamaah. Majdi menekankan bahwa upaya preventif ini bukan hanya demi kesehatan jamaah dan panitia, melainkan juga untuk menjaga keluarga yang terlibat. Berbagai persiapan matang telah dilakukan, meliputi rapat koordinasi, apel gabungan, serta pemantapan teknis bersama seluruh elemen panitia.

Related Post
Keluarga jamaah haji juga diminta mematuhi seluruh ketentuan yang telah ditetapkan demi kelancaran dan ketertiban. Penjemputan langsung di Asrama Haji Jambi tidak diperkenankan. Kloter BTH 13, rombongan pertama dari Provinsi Jambi, dijadwalkan tiba pada Selasa 16 Juni 2026 malam. Kemenhaj Jambi berharap seluruh rangkaian pemulangan berjalan aman tertib dan lancar, serta seluruh jamaah haji dapat kembali ke tanah air dalam kondisi sehat walafiat setelah menunaikan ibadah suci.








Tinggalkan komentar