FPTI Gandeng PBB: Era Baru Pembinaan Atlet!

FPTI Gandeng PBB: Era Baru Pembinaan Atlet!

Politica News – Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) mengambil langkah progresif dengan menggandeng UN Women, badan PBB yang fokus pada kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Langkah ini dilakukan untuk mentransformasi sistem pembinaan atlet di pemusatan latihan nasional (pelatnas) panjat tebing.

Keputusan ini diumumkan oleh Ketua Umum PP FPTI, Yenny Wahid, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas organisasi. Hal ini juga merupakan respons terhadap kasus dugaan kekerasan fisik dan pelecehan seksual yang melibatkan mantan pelatih kepala tim panjat tebing Indonesia.

 FPTI Gandeng PBB: Era Baru Pembinaan Atlet!
Gambar Istimewa : img.antaranews.com

"Kami menciptakan sistem baru yang mengatur proses pembinaan dan pelatihan. Tujuannya adalah melindungi keamanan para atlet, termasuk pengawasan ketat dalam setiap tindakan kepelatihan," tegas Yenny saat Konferensi Pers Pengenalan Tim Pelatnas Panjat Tebing Indonesia 2026 di Bekasi, Jawa Barat, Rabu. Acara ini diadakan sebagai persiapan menuju Asian Games 2026.

COLLABMEDIANET

Yenny menjelaskan bahwa UN Women akan membantu dalam proses transformasi di berbagai aspek. Bantuan tersebut meliputi penyusunan standar operasional prosedur (SOP) dalam pembinaan atlet, serta memberikan panduan penanganan masalah yang dihadapi atlet, terutama atlet putri dan yang masih di bawah umur.

Selain UN Women, FPTI juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan lainnya, seperti Kemenpora, KONI, dan orang tua atlet. Tujuannya adalah meningkatkan kualitas pembinaan di tingkat pelatnas maupun daerah. Langkah awal dari upaya ini adalah membentuk format baru dalam susunan tim pelatnas panjat tebing Indonesia.

Kasus dugaan kekerasan dan pelecehan yang melibatkan mantan pelatih Hendra Basir menjadi momentum bagi FPTI untuk berbenah diri. Organisasi ini tidak hanya berfokus pada prestasi, tetapi juga pada menjaga martabat, mental, dan fisik para atlet.

"Kami ingin lebih fokus pada keberlanjutan pembinaan dan pelatihan atlet untuk Asian Games 2026 dan kejuaraan lainnya. Kami juga berkomitmen melindungi atlet dari tindakan negatif oknum pelatih," ujar Yenny.

Tim pelatnas akan dipimpin oleh seorang manajer yang membawahi pelatih dan ofisial. Mereka akan diawasi oleh tim pengarah, serta tim monitoring, evaluasi, dan performa analisis.

Antasyafi Robby, atlet panjat tebing nomor speed, menyambut baik susunan tim pelatnas yang baru. "Semoga dengan transformasi ini, panjat tebing Indonesia bisa semakin berjaya di dunia," harapnya. Informasi ini dilansir dari politicanews.id.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar