politicanews.id – PT Indonesia Asahan Aluminium atau Inalum tengah melakukan gebrakan besar melalui serangkaian inovasi teknologi mutakhir demi mendongkrak efisiensi industri aluminium di tanah air. Langkah strategis ini diambil untuk memastikan proses produksi berjalan lebih produktif dan kompetitif di pasar global.
Melalui ajang Transformation and Improvement Summit 2026, perusahaan pelat merah ini berhasil mengumpulkan ratusan ide kreatif dari para inovator internalnya. Direktur Utama Inalum Melati Sarnita mengungkapkan bahwa fokus utama pengembangan saat ini terletak pada optimalisasi proses peleburan serta integrasi teknologi digital dalam operasional perusahaan.

Menariknya, jumlah karya inovasi yang muncul melonjak tajam hingga 63 persen dibandingkan tahun lalu. Kompetisi tahun ini tidak hanya menyasar aspek teknis produksi, tetapi juga merambah ke ranah nonteknis, kesehatan, keselamatan kerja, hingga isu lingkungan atau ESG.

Related Post
Beberapa terobosan yang menjadi sorotan antara lain adalah penggunaan kecerdasan buatan atau AI untuk pemodelan keuangan serta optimalisasi parameter pada proses peleburan aluminium. Selain itu, ditemukan solusi teknis untuk mengatasi masalah keretakan anoda yang selama ini menjadi tantangan dalam produksi.
Melati menekankan bahwa esensi dari seluruh inovasi ini bukan sekadar untuk memenangkan kompetisi atau sekadar menjadi dokumen administratif. Ia menegaskan bahwa setiap ide yang lahir harus mampu memberikan dampak nyata dan manfaat berkelanjutan bagi keberlangsungan bisnis serta efisiensi sumber daya perusahaan secara menyeluruh.










Tinggalkan komentar