politicanews.id – Komisi Pemberantasan Korupsi kembali mengguncang jagat pemerintahan di Kabupaten Bogor dengan memanggil Wakil Bupati Ade Ruhandi atau yang akrab disapa Jaro Ade sebagai saksi kunci. Langkah tegas ini diambil penyidik untuk mendalami dugaan praktik lancung yang menyusup ke dalam tubuh Pemerintah Kabupaten Bogor.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengonfirmasi bahwa pemeriksaan terhadap Jaro Ade merupakan bagian dari rangkaian panjang penyidikan kasus korupsi di lingkungan pemkab tersebut. Tak hanya sang Wakil Bupati, penyidik juga menyeret sejumlah nama penting lainnya untuk dimintai keterangan termasuk Sekretaris Daerah, Inspektur Daerah, hingga ajudan Bupati Bogor.

Kasus ini mencuat setelah adanya temuan uang tunai sebesar Rp1,5 miliar yang diamankan oleh tim penyidik. Meski sempat terjadi simpang siur mengenai adanya operasi tangkap tangan, KPK menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah mendalami aliran dana yang diduga kuat berasal dari pemotongan upah pungut di Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Kabupaten Bogor.

Related Post
Penyelidikan ini berkembang sangat cepat setelah penyidik menerbitkan surat perintah penyidikan umum. Selain menyasar sektor pendapatan daerah, KPK juga tengah membidik dugaan praktik korupsi pada proyek pengadaan barang dan jasa di Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor.
Sejauh ini, tim penyidik telah melakukan serangkaian penggeledahan di berbagai instansi strategis seperti Bappenda, BKPSDM, hingga Dinas Pendidikan untuk mengumpulkan bukti-bukti kuat. Meski intensitas pemeriksaan meningkat dan sejumlah pejabat tinggi telah dipanggil, lembaga antirasuah tersebut menyatakan belum menetapkan tersangka dalam perkara ini.










Tinggalkan komentar