politicanews.id – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memuncak setelah upaya serangan udara kelompok pemberontak Houthi berhasil digagalkan oleh pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi. Sebuah rudal jelajah yang diarahkan menuju Kota Khamis Mushait di wilayah barat daya Arab Saudi dilaporkan hancur di udara sebelum sempat mencapai targetnya.
Juru Bicara Koalisi Turki al-Maliki melalui pernyataan resminya di media sosial X mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udara mereka bekerja dengan sangat efektif dalam menghancurkan ancaman tersebut. Namun, serangan ini ternyata bukan satu-satunya upaya infiltrasi udara yang dilakukan oleh kelompok Houthi pada hari yang sama.

Selain rudal jelajah yang mengincar Khamis Mushait, pasukan koalisi juga harus bekerja ekstra keras untuk melindungi ibu kota Riyadh. Dalam operasi pertahanan yang intens, militer berhasil mencegat satu rudal balistik serta dua unit pesawat nirawak atau drone yang juga diluncurkan oleh milisi Houthi ke arah pusat pemerintahan tersebut.

Related Post
Situasi ini mencerminkan eskalasi konflik yang semakin memanas antara koalisi pimpinan Arab Saudi dengan kelompok Houthi. Serangan-serangan ini menyasar titik-titik vital, termasuk infrastruktur energi dan penerbangan yang sangat krusial bagi stabilitas wilayah.
Konflik berkepanjangan ini telah berlangsung sejak tahun 2015, di mana Arab Saudi memimpin kekuatan militer untuk mendukung pemerintah Yaman yang sah. Di sisi lain, kelompok Houthi yang telah menguasai ibu kota Sanaa sejak 2014 terus melancarkan serangan sebagai bentuk perlawanan terhadap kekuatan koalisi di Yaman.










Tinggalkan komentar