politicanews.id – Dunia birokrasi di Aceh Barat tengah diguncang kabar miring terkait perilaku oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang nekat melakukan pernikahan siri. Fenomena ini bukan sekadar urusan privat melainkan telah memicu kegaduhan di tengah masyarakat hingga berujung pada aksi penggerebekan oleh warga setempat.
Bupati Aceh Barat Tarmizi mengungkapkan bahwa setidaknya sudah ada dua insiden penggerebekan yang melibatkan oknum ASN akibat praktik nikah siri yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Ketidaktahuan warga mengenai status pernikahan para oknum tersebut memicu kecurigaan dan keresahan sosial yang cukup serius di Meulaboh.

Menyikapi situasi yang kian memanas Pemerintah Kabupaten Aceh Barat kini tengah bergerak cepat menyiapkan surat edaran resmi. Kebijakan tegas ini bertujuan untuk melarang keras seluruh ASN melakukan pernikahan siri yang tidak sesuai dengan aturan agama maupun regulasi pemerintah. Langkah ini diambil sebagai bentuk penegakan disiplin pegawai agar tidak terjadi pelanggaran hukum di masa mendatang.

Related Post
Bagi para ASN yang sudah terlanjur terjebak dalam praktik nikah siri pemerintah daerah memberikan instruksi keras untuk segera mengurus legalitas pernikahan mereka. Mereka diminta melakukan proses itsbat nikah melalui otoritas terkait agar status pernikahan memiliki kekuatan hukum yang sah. Selain itu konsultasi dengan ulama atau Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) sangat disarankan guna memastikan kesesuaian dengan syariat Islam.
Pemerintah daerah menekankan bahwa pernikahan yang tidak tercatat secara resmi sangat berisiko merugikan pihak perempuan dan anak-anak di kemudian hari. Ketegasan ini juga merupakan upaya menjaga marwah institusi pemerintah agar para abdi negara tetap menjadi teladan bagi masyarakat luas.










Tinggalkan komentar