politicanews.id – Kebutuhan energi di tanah Papua kini tengah berada dalam titik krusial. Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi melayangkan permohonan penambahan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi guna mengamankan pasokan bagi masyarakat luas serta sektor industri yang tengah berkembang pesat.
Langkah ini diambil menyusul melonjaknya aktivitas ekonomi dan jumlah kendaraan di berbagai wilayah. Berdasarkan data terbaru dari BPH Migas, alokasi saat ini mencakup 44.396 kiloliter solar, 40.804 kiloliter minyak tanah, dan 118.542 kiloliter Pertalite. Namun, angka tersebut dinilai masih jauh dari kebutuhan riil di lapangan.

Plt Kepala Dinas ESDM Provinsi Papua, Karsudi, mengungkapkan bahwa Kota Jayapura masih menjadi wilayah dengan konsumsi tertinggi dengan rincian 29.573 kiloliter solar, 18.988 kiloliter minyak tanah, dan 58.676 kiloliter Pertalite. Disusul oleh Kabupaten Jayapura dan Biak Numfor yang juga memiliki kebutuhan cukup besar.

Related Post
Karsudi menegaskan bahwa penambahan kuota ini sangat mendesak, terutama untuk menyokong kelancaran Proyek Strategis Nasional (PSN) yang sedang berjalan di Papua. Selain berupaya menambah volume pasokan melalui koordinasi lintas sektoral, pemerintah daerah juga tengah menyiapkan penguatan infrastruktur distribusi. Salah satu rencana strategisnya adalah pembangunan SPBU di kawasan Koya Koso yang dikhususkan untuk melayani kebutuhan solar sektor industri.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mengawal distribusi agar tetap tepat sasaran dan tidak terjadi kelangkaan yang dapat menghambat roda pembangunan di Bumi Cenderawasih.










Tinggalkan komentar