politicanews.id – Upaya besar tengah dilakukan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan demi menjamin kesehatan masyarakat di wilayah tersebut. Melalui Dinas Kesehatan setempat, sebanyak 61 tenaga kesehatan baru dipastikan akan diterjunkan untuk memperkuat garda terdepan pelayanan medis di delapan kabupaten pada tahun 2026 mendatang.
Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas kebutuhan mendesak akan tenaga medis, terutama di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau. Gubernur Papua Pegunungan John Tabo menegaskan bahwa penambahan personel ini bertujuan agar kualitas layanan di tingkat puskesmas semakin mumpuni. Fokus utamanya adalah meningkatkan angka harapan hidup masyarakat asli Papua melalui akses kesehatan yang lebih merata.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Papua Pegunungan Titus Kogoya menjelaskan bahwa para tenaga kontrak ini akan disebar secara masif ke seluruh puskesmas di delapan kabupaten. Prioritas utama diberikan kepada daerah tertinggal, terdepan, dan terluar yang selama ini masih mengalami krisis tenaga medis.

Related Post
Rombongan tenaga kesehatan yang direkrut ini memiliki komposisi lengkap, mulai dari dokter, perawat, bidan, hingga tenaga ahli di bidang farmasi, analis, dan kesehatan lingkungan. Menariknya, sebagian besar dari mereka merupakan putra-putri daerah atau Orang Asli Papua yang diharapkan mampu memahami karakteristik masyarakat setempat dengan lebih baik.
Untuk mendukung misi kemanusiaan ini, Pemprov Papua Pegunungan telah menyiapkan anggaran khusus. Dana sebesar kurang lebih Rp1,4 miliar yang bersumber dari alokasi dana Otonomi Khusus (Otsus) tahun 2026 akan digunakan sepenuhnya untuk membiayai operasional para tenaga kontrak tersebut. Dengan suntikan dana dan personel baru ini, diharapkan tidak ada lagi wilayah di Papua Pegunungan yang terabaikan layanan kesehatannya.










Tinggalkan komentar