politicanews.id – Kondisi kesehatan masyarakat di Kota Kendari tengah menjadi perhatian serius setelah angka penularan tuberkulosis atau TBC menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Berdasarkan data terbaru yang dihimpun dari Dinas Kesehatan setempat, tercatat sebanyak 1.528 kasus TBC telah ditemukan sepanjang periode Januari hingga September 2026.
Situasi ini kian memprihatinkan mengingat dampak fatal yang ditimbulkan dari penyakit tersebut. Tercatat ada 64 nyawa melayang akibat komplikasi TBC dalam kurun waktu tersebut. Tak hanya menyerang orang dewasa, ancaman penyakit ini juga menyasar kelompok rentan yakni anak-anak dengan total temuan mencapai 56 kasus.

Menanggapi lonjakan angka yang cukup signifikan ini, Dinas Kesehatan Kota Kendari bergerak cepat dengan memperketat sistem pengawasan. Langkah strategis diambil melalui penguatan deteksi dini guna memutus rantai penularan di tengah masyarakat.

Related Post
Salah satu upaya nyata yang kini tengah digencarkan adalah melalui program Kelurahan Siaga TBC. Melalui inisiatif ini, pemerintah setempat berupaya membangun benteng pertahanan kesehatan mulai dari level akar rumput. Program ini dirancang agar setiap kelurahan memiliki kesiapsiagaan tinggi dalam mendeteksi gejala awal serta melakukan langkah pencegahan yang lebih masif agar angka kematian dapat ditekan seminimal mungkin.










Tinggalkan komentar