politicanews.id – Dunia bisnis global tengah berada di ambang transformasi besar akibat ledakan teknologi kecerdasan buatan atau AI. Menanggapi fenomena yang merombak tatanan ekonomi ini DBS bersiap menggelar ajang bergengsi bertajuk DBS Asia Future Forward Conference untuk pertama kalinya di Singapura pada Oktober 2026 mendatang.
Konferensi perdana ini bukan sekadar pertemuan biasa karena akan menghadirkan deretan pemimpin dunia dari sektor teknologi dan investasi. Fokus utamanya adalah membedah bagaimana AI tidak hanya mengubah cara kerja manusia tetapi juga menggeser arus modal serta pola penciptaan nilai ekonomi di kawasan Asia.

Tanpa disadari AI telah melampaui tahap uji coba dan kini menjadi mesin penggerak industri. Melalui tema intentional AI para pakar akan membahas bagaimana teknologi ini harus digunakan dengan tujuan yang jelas agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Sebanyak 700 tokoh penting mulai dari wirausahawan hingga investor kelas kakap diprediksi akan hadir untuk merumuskan arah masa depan kawasan ini.

Related Post
CEO DBS Tan Su Shan menegaskan bahwa Asia memiliki modal dan talenta yang sangat kuat untuk memimpin era baru ini. Namun ia mengingatkan bahwa keunggulan jangka panjang hanya bisa diraih jika para pemimpin mengambil keputusan yang tepat sejak dini dengan mengedepankan aspek kepercayaan dan nilai manfaat.
DBS sendiri telah membuktikan kepemimpinannya di bidang ini dengan mengintegrasikan ribuan model AI ke dalam operasional mereka. Langkah ini terbukti sukses menghasilkan nilai ekonomi yang fantastis mencapai SGD 1 miliar. Keberhasilan tersebut bahkan mengantarkan DBS meraih predikat sebagai World’s Best AI Bank.
Melalui ajang ini DBS ingin mempertemukan seluruh ekosistem mulai dari pengembang platform hingga penyedia infrastruktur digital. Tujuannya agar inovasi AI tidak hanya berhenti di laboratorium tetapi dapat diterapkan secara luas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan di seluruh Asia.










Tinggalkan komentar