Hilirisasi Indonesia Bidik Industri Baterai Global

Hilirisasi Indonesia Bidik Industri Baterai Global

politicanews.id – Indonesia kini tengah bersiap melompat lebih jauh dalam peta persaingan industri global. Setelah sukses membangun fondasi melalui pembangunan smelter dan fasilitas pemurnian, pemerintah melalui Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM kini resmi memasuki fase kedua hilirisasi strategis. Fokus utama kali ini adalah penguasaan teknologi baterai kendaraan listrik (EV) serta Battery Energy Storage System (BESS) yang memiliki nilai tambah jauh lebih tinggi.

Langkah ambisius ini bukan tanpa alasan. Pemerintah telah menyusun peta jalan pengembangan industri hilir yang mencakup 28 komoditas strategis. Proyeksi kebutuhan investasi untuk mewujudkan ambisi ini sangat fantastis, yakni mencapai angka 618,1 miliar dolar AS hingga tahun 2040 mendatang.

Hilirisasi Indonesia Bidik Industri Baterai Global
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Data menunjukkan bahwa tren investasi di sektor hilirisasi terus menunjukkan grafik positif. Pada semester pertama tahun 2026, nilai investasi hilirisasi menyentuh angka Rp300,1 triliun atau menyumbang hampir 30 persen dari total realisasi investasi nasional. Dari angka tersebut, dominasi masih dipegang oleh Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp212,8 triliun, sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat sebesar Rp87,3 triliun.

COLLABMEDIANET

Deputi Bidang Hilirisasi Investasi Strategis, Heldy Satrya Putera, menegaskan bahwa fokus saat ini adalah memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok mineral kritis dunia. Indonesia tidak ingin hanya menjadi penonton dalam industri manufaktur bernilai tinggi.

Untuk memperkuat posisi tawar tersebut, pemerintah berkolaborasi dengan Fastmarkets menggelar International Critical Minerals and Metals Summit (ICMMS) di Bali pada akhir September 2026. Forum internasional ini menjadi ajang pertemuan krusial antara pemerintah, investor, hingga produsen material baterai dunia.

Salah satu agenda penting dalam pertemuan tersebut adalah membedah tantangan kompleks dalam pengembangan prekursor dan katoda. Selain masalah ketersediaan bahan baku, aspek teknologi, kualitas produk, hingga kepastian pasar menjadi poin utama yang harus dipecahkan agar produk hilir Indonesia mampu bersaing secara kompetitif di pasar kendaraan listrik global.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar