politicanews.id – Ketegangan di Semenanjung Korea kembali memuncak setelah Korea Utara secara tegas menepis tuduhan keterlibatan mereka dalam insiden ledakan ranjau di Zona Demiliterisasi (DMZ). Kim Yo Jong selaku petinggi penting dari Partai Pekerja Korea Utara menyebut bahwa klaim yang dilontarkan pihak Korea Selatan hanyalah sebuah skenario murahan untuk memprovokasi Pyongyang.
Polemik ini bermula saat militer Korea Selatan mengklaim telah menemukan bukti kuat terkait ledakan ranjau di wilayah perbatasan. Berdasarkan laporan yang beredar, insiden tersebut sempat melukai tiga orang, termasuk dua personel militer dari pihak Selatan. Tim investigasi gabungan yang melibatkan Komando Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNC) bahkan mengeklaim menemukan ranjau antipersonel yang diduga kuat merupakan milik Korea Utara di lokasi kejadian.

Namun, pernyataan keras justru datang dari Pyongyang. Melalui kantor berita resmi KCNA, Kim Yo Jong menyebut langkah Korea Selatan sebagai aksi sandiwara yang sudah sering dilakukan untuk menciptakan ketegangan baru. Ia menilai tuduhan tersebut tidak berdasar dan hanya bertujuan untuk menyudutkan posisi Korea Utara di mata internasional.

Related Post
Kawasan DMZ sendiri merupakan zona sensitif sepanjang 248 kilometer yang memisahkan kedua negara. Dengan luas mencapai ratusan kilometer persegi, wilayah ini selalu menjadi titik api yang paling rawan memicu konflik bersenjata. Hingga saat ini, situasi di perbatasan masih terus dipantau secara ketat menyusul saling lempar tuduhan antara kedua belah pihak.










Tinggalkan komentar