Xi Jinping Ungkap Rahasia Nyaman di Rumah Trump

Xi Jinping Ungkap Rahasia Nyaman di Rumah Trump

politicanews.id – Presiden Tiongkok Xi Jinping secara terbuka mengungkapkan apresiasi mendalam atas keramahan luar biasa yang disuguhkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Ibu Negara Melania Trump. Dalam jamuan makan malam kenegaraan di Gedung Putih, Xi menyatakan dirinya dan sang istri, Peng Liyuan, merasakan kenyamanan bak berada di kediaman pribadi. Sebuah pengakuan yang menggarisbawahi keakraban tak terduga di panggung diplomasi global.

Pernyataan tersebut disampaikan Xi Jinping dalam pidatonya di East Room Gedung Putih, Washington, saat jamuan makan malam kenegaraan yang menandai puncak kunjungan tiga hari mereka. Ia menyampaikan terima kasih tulus atas sambutan hangat serta pengaturan istimewa yang disiapkan oleh Presiden Trump dan Ibu Negara Melania, yang membuat mereka merasa benar-benar di rumah.

Xi Jinping Ungkap Rahasia Nyaman di Rumah Trump
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Xi juga tak lupa menyampaikan salam hangat kepada seluruh rakyat Amerika yang peduli terhadap hubungan bilateral kedua negara. Ia menyoroti signifikansi historis dari kunjungan kenegaraan timbal balik antara pemimpin Tiongkok dan AS dalam kurun waktu kurang dari setengah tahun. Menurutnya, ini adalah peristiwa penting yang memperkaya fondasi hubungan konstruktif dan stabil secara strategis antara Tiongkok-AS, sekaligus menorehkan arah strategis baru bagi masa depan kedua bangsa.

COLLABMEDIANET

Dalam diskusinya dengan Presiden Trump, Xi mengungkapkan telah terjadi pembicaraan yang jujur dan substansial, menghasilkan pemahaman bersama atas berbagai isu krusial. Ia juga menyampaikan selamat atas perayaan 250 tahun kemerdekaan AS, seraya mengingat jejak persahabatan kedua negara yang telah terukir lebih dari dua abad. Dari perdagangan awal yang saling melengkapi, bahkan dengan Presiden George Washington yang mengoleksi porselen Tiongkok, hingga aliansi heroik di Perang Dunia II saat rakyat Tiongkok menyelamatkan ratusan pilot Amerika, persahabatan ini telah ditempa dalam sejarah.

Momen penting lain adalah diplomasi "pingpong" yang legendaris, membuka kembali gerbang pertukaran bilateral yang sempat tertutup selama puluhan tahun. Kebijaksanaan politik para negarawan senior seperti Ketua Mao Zedong dan Presiden Richard Nixon saat itu mengawali proses normalisasi hubungan. Xi bahkan menyebut pohon redwood hadiah kenegaraan dari Presiden Nixon, kini tumbuh subur di Provinsi Zhejiang, tempat ia pernah bekerja. Berbagai pertukaran, termasuk kisah Ronald Sakolsky yang mendukung upaya penghijauan di gurun Tiongkok, memperkuat ikatan hati ke hati antarwarga kedua negara.

Xi menilai, ambisi Presiden Trump untuk membuat Amerika kembali hebat sejalan dengan komitmen Tiongkok mewujudkan kebangkitan nasional dan modernisasi. Kedua tujuan ini, menurutnya, dapat saling memperkuat. Ia menekankan perlunya Tiongkok dan AS bertindak sebagai negara besar yang bertanggung jawab, menjajaki pendekatan baru untuk hidup berdampingan. "Mari kita bergandengan tangan dan melangkah maju bersama. Mari kita bersama-sama merawat bunga indah persahabatan Tiongkok-AS," ajak Xi seraya mengajak bersulang.

Sementara itu, Presiden Trump dalam sambutannya membalas pujian Xi dengan humor khasnya, menyinggung renovasi ruang dansa Gedung Putih yang akan rampung. Sebagai penghormatan istimewa, Trump mempersembahkan patung elang botak, lambang nasional Amerika, hasil kolaborasi pribadi antara Melania, dirinya, dan sang seniman. Ia berharap patung itu akan mendapatkan tempat istimewa di Beijing, sebagai manifestasi semangat kebebasan dan ambisi Amerika yang tak terbatas.

Jamuan makan malam yang dirancang khusus oleh Melania Trump ini dimulai dengan bersulang perdamaian, menggunakan wine bersoda Schramsberg "Blanc de Noir", turut mengenang sejarah ‘Toast to Peace’ antara Presiden Nixon dan Perdana Menteri Zhou Enlai di Beijing pada tahun 1972. Para tamu disuguhi hidangan istimewa yang menampilkan perpaduan cita rasa klasik Amerika dengan sentuhan modern. Mulai dari velouté labu kuning yang lembut, ikan sea bass berlapis wijen nan gurih, hingga hidangan penutup manis berupa vanilla crèmeux dan es krim madu Gedung Putih, semuanya disajikan dengan sempurna.

Suasana semakin meriah dengan penampilan penyanyi tenor Christopher Macchio dan musisi militer dari Korps Marinir serta Angkatan Darat AS. Dekorasi ruangan didominasi warna merah, merefleksikan makna budaya Tiongkok yang mendalam, dengan vas-vas besar berisi bunga dahlia dan ranunculus, serta perangkat makan vermeil dari koleksi Gedung Putih. Perpaduan detail ini menciptakan harmoni antara seni Tiongkok dan tradisi Amerika.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar