BI Bongkar Dana Triliunan Menganggur Swasta Bergerak

BI Bongkar Dana Triliunan Menganggur Swasta Bergerak

politicanews.id – Misteri triliunan rupiah dana kredit yang belum tersalurkan akhirnya mulai terkuak. Bank Indonesia (BI) mencatat, hingga Juli 2026, angka kredit yang belum dicairkan atau undisbursed loan masih fantastis, mencapai sekitar Rp2.548 triliun. Namun, di balik angka jumbo itu, BI kini melihat secercah harapan: geliat permintaan pembiayaan dari sektor swasta yang mulai bangkit.

Gubernur BI Destry Damayanti dalam sebuah konferensi pers di Jakarta, Kamis, menyoroti bahwa besarnya undisbursed loan ini merupakan hasil interaksi antara sisi permintaan dan penawaran kredit. Selama kuartal kedua 2026, pertumbuhan kredit mayoritas didorong oleh aktivitas yang berkaitan dengan pemerintah, sementara kebutuhan dari sektor swasta masih cenderung lesu.

BI Bongkar Dana Triliunan Menganggur Swasta Bergerak
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

"Data terbaru menunjukkan, sektor swasta sudah mulai bergerak naik. Artinya, dari sisi permintaannya itu sudah mulai ada geliat untuk melakukan kredit," ungkap Destry, memberikan sinyal positif.

COLLABMEDIANET

Di sisi lain, Destry menjelaskan bahwa beberapa bank sebelumnya lebih memilih mengamankan likuiditas mereka pada instrumen surat berharga, seperti Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), ketika permintaan kredit masih lemah.

Untuk memacu penyaluran kredit ke sektor riil, BI telah mengintensifkan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) Pendalaman Pasar Uang (PPU) sejak 1 September 2026. Melalui skema ini, perbankan berhak memperoleh insentif maksimal dua persen atau 200 basis poin dari Dana Pihak Ketiga (DPK). Syaratnya, bank harus menjaga rasio kepemilikan SBN dan SRBI non-repository terhadap total pendanaan di bawah 19 persen.

Insentif tersebut diberikan dalam bentuk pengurangan giro bank di BI, yang merupakan bagian dari pemenuhan giro wajib minimum (GWM) secara rata-rata. BI berharap strategi ini akan mendorong likuiditas perbankan untuk lebih banyak mengalir ke pembiayaan ekonomi, bukan hanya tersimpan dalam instrumen pasar uang.

Sinyal penguatan kredit pun mulai terlihat jelas pada Agustus 2026. Kredit perbankan tumbuh impresif 13,65 persen secara tahunan. Lonjakan ini terutama ditopang oleh kredit investasi yang meroket 25,11 persen dan kredit modal kerja yang naik 11,45 persen.

"Ini adalah perkembangan yang sangat menggembirakan, karena artinya pertumbuhan kredit masuk ke sektor produktif. Bagi kami, ini menjadi indikasi bahwa aktivitas ekonomi terus berputar dengan kapasitas ekonomi yang bertambah berkat adanya kredit investasi tadi," pungkas Destry, menegaskan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar