politicanews.id – Otoritas Jasa Keuangan OJK Cirebon baru-baru ini merilis data mengejutkan terkait kinerja Bank Perekonomian Rakyat BPR di wilayah Ciayumajakuning Cirebon Indramayu Majalengka dan Kuningan Selama paruh pertama tahun 2026 penyaluran kredit dari BPR di kawasan ini berhasil menembus angka fantastis Rp179 triliun Angka ini menunjukkan geliat ekonomi lokal yang signifikan
Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib menjelaskan bahwa dana triliunan tersebut tersebar ke berbagai sektor ekonomi Dua bidang utama yang paling banyak menyerap kucuran kredit adalah sektor di luar kategori lapangan usaha lainnya yang mencakup 4278 persen dari total penyaluran dan sektor perdagangan besar serta eceran yang menyumbang 3526 persen Dominasi kedua sektor ini mengindikasikan perputaran ekonomi yang kuat di segmen tersebut

Selain itu beberapa sektor lain turut menerima porsi kredit BPR Sektor rumah tangga non-usaha menyerap 823 persen pertanian perburuan dan kehutanan 342 persen serta jasa kemasyarakatan sosial budaya hiburan dan perorangan lainnya 334 persen Dari segi penggunaan dana kredit konsumsi masih menjadi primadona

Related Post
Pada Juni 2026 kredit konsumsi tercatat sebesar Rp91723 miliar Meski demikian angka ini sedikit menurun 003 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan mengalami koreksi lebih dalam 4058 persen jika dibandingkan Juni 2025 Sementara itu kredit modal kerja mencapai Rp82668 miliar yang juga menunjukkan penurunan 162 persen secara bulanan dan 1440 persen secara tahunan Hanya kredit investasi yang menunjukkan tren positif dengan kenaikan 447 persen dari Mei 2026 menjadi Rp4901 miliar
Agus Muntholib juga memaparkan kondisi dana pihak ketiga DPK dan aset BPR di Ciayumajakuning Total DPK pada Juni 2026 tercatat Rp185 triliun mengalami penurunan 524 persen dari bulan sebelumnya dan 1192 persen secara tahunan Senada dengan DPK aset BPR juga menunjukkan tren menurun yakni Rp240 triliun pada Juni 2026 atau turun 881 persen secara tahunan dan 421 persen dari Mei 2026
Namun ada kabar baik dari rasio kredit bermasalah NPL Pada Juni 2026 NPL BPR di Ciayumajakuning berada di level 1661 persen sebuah penurunan signifikan sebesar 212 poin persentase dibandingkan Juni 2025 Ini menunjukkan perbaikan kualitas aset BPR di wilayah tersebut Kontribusi BPR Ciayumajakuning terhadap total BPR di Jawa Barat juga patut diperhitungkan dengan sumbangan 1881 persen untuk aset 1869 persen untuk penyaluran kredit dan 2033 persen untuk DPK










Tinggalkan komentar