Hakimi Terjebak Skandal Pemerkosaan Sidang Segera

Hakimi Terjebak Skandal Pemerkosaan Sidang Segera

politicanews.id – Bintang lapangan hijau Paris Saint-Germain (PSG) Achraf Hakimi kini harus menghadapi babak krusial dalam kasus dugaan pemerkosaan yang menjeratnya. Setelah serangkaian upaya hukum, Pengadilan Kasasi Prancis akhirnya menolak banding terakhir sang bek, memastikan dirinya akan duduk di kursi pesakitan. Keputusan ini menutup semua jalur bagi Hakimi untuk menghindari proses persidangan yang telah lama dinanti.

Laporan dari The Athletic mengonfirmasi bahwa permohonan banding Hakimi telah ditolak, menandakan tidak ada lagi celah hukum untuk membatalkan dakwaan. Sebelumnya, pemain berusia 27 tahun itu sempat mengajukan banding ke Pengadilan Banding Versailles pada 19 Juni 2026, namun juga ditolak. Kini, dengan ditolaknya banding di tingkat tertinggi, Hakimi akan menghadapi pengadilan pidana Hauts-de-Seine, wilayah barat Paris, diperkirakan pada tahun 2027.

Hakimi Terjebak Skandal Pemerkosaan Sidang Segera
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Sejak awal, Hakimi secara konsisten membantah tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Namun, pihak pelapor, melalui pengacaranya Rachel-Flore Pardo, menyatakan tekad kliennya untuk mendapatkan keadilan. Pardo menegaskan, setelah tiga setengah tahun proses hukum yang panjang dan tudingan fitnah, kliennya bertekad akan berjuang hingga akhir.

COLLABMEDIANET

Di sisi lain, pengacara Hakimi, Fanny Colin, kembali menegaskan bahwa kliennya tetap menyangkal keras tuduhan tersebut. Colin melihat persidangan sebagai kesempatan emas bagi Hakimi untuk memaparkan seluruh bukti pembelaan secara transparan di hadapan kedua belah pihak. Ia juga menekankan bahwa Hakimi telah sepenuhnya kooperatif dengan pihak berwenang sejak awal penyelidikan.

Skandal ini bermula dari insiden yang diduga terjadi di kediaman Hakimi di Boulogne-Billancourt pada 25 Februari 2023. Seorang wanita yang sebelumnya berkomunikasi dengan Hakimi melalui Instagram menuduh sang pemain melakukan tindakan seksual tanpa persetujuannya setelah ia datang ke rumah Hakimi. Dakwaan pemerkosaan resmi dijatuhkan kepada Hakimi pada 2 Maret 2023, hanya lima hari setelah dugaan kejadian tersebut.

Hakimi sendiri sempat memecah keheningannya pada 19 Juni lalu, setelah bandingnya di Versailles ditolak. Melalui akun X pribadinya, ia mengungkapkan telah memilih bungkam selama bertahun-tahun, percaya pada martabat dan sistem peradilan. Namun, ia merasa "sebuah cerita yang bukan miliknya diceritakan dengan mengorbankan keluarga, kehidupan, dan kebenaran." Hakimi menyatakan telah menantikan persidangan ini sejak hari pertama dan kini siap untuk akhirnya berbicara.

Terlepas dari badai hukum yang menyelimuti kehidupannya, karier Hakimi di lapangan hijau tetap bersinar. Ia masih menjadi pilar penting bagi PSG, turut mengantarkan klub meraih gelar Liga Champions dua musim berturut-turut, dan bahkan masuk dalam daftar 30 nominasi Ballon d’Or 2026. Kontras antara prestasi gemilang dan permasalahan hukum ini menambah kompleksitas pada kisah sang bintang Maroko.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar