Penting BPOM Unhan Sinergi Jaga Konsumen

Penting BPOM Unhan Sinergi Jaga Konsumen

politicanews.id – Sebuah kolaborasi strategis menggemparkan antara Badan Pengawas Obat dan Makanan BPOM dan Universitas Pertahanan RI Unhan kini menjadi sorotan utama. Kemitraan ini bertujuan mencetak generasi baru pengawas obat dan makanan yang tidak hanya berilmu tinggi namun juga berintegritas dan berjiwa patriotik demi keamanan masyarakat.

Kepala BPOM Taruna Ikrar menjelaskan di Jakarta Unhan menjadi rekan strategis BPOM dalam mencetak talenta pengawas obat dan makanan. Lulusan Unhan diharapkan tidak sekadar cakap secara akademis namun juga berintegritas tinggi berdisiplin kuat serta berjiwa pengabdian kepada negara. Taruna menegaskan jangkauan pengawasan BPOM yang masif hingga ke 38 provinsi dan 83 unit pelaksana teknis termasuk daerah 3T menuntut ketersediaan sumber daya manusia yang tangguh dan kompeten.

Penting BPOM Unhan Sinergi Jaga Konsumen
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

BPOM berambisi membangun jalur pengembangan talenta sejak dini. Dengan demikian para lulusan tidak hanya memahami ilmu farmasi tetapi juga memiliki kesiapan penuh menjalankan tugas pengawasan obat dan makanan. Optimalisasi Program Sarjana Farmasi Unhan disambut baik Taruna melalui penajaman keahlian yang selaras dengan tuntutan pengawasan. Fokusnya meliputi pengawasan pascapasar ilmu regulasi analisis risiko sistem mutu pengawasan sarana dan produk pengujian serta pemanfaatan data dan teknologi terkini.

COLLABMEDIANET

BPOM juga mengusulkan keterlibatan langsung para pakar lapangannya dalam proses pembelajaran di Unhan. Tenaga ahli pengawas farmasi dan makanan BPOM dapat berkontribusi sebagai pengajar praktisi. Tantangan aktual dalam pengawasan obat dan makanan bahkan bisa diangkat menjadi topik tugas akhir mahasiswa.

Rektor Unhan Letnan Jenderal TNI Purn Anton Nugroho menyambut positif inisiasi kerja sama ini. Menurut Anton mahasiswa Unhan adalah calon pemimpin masa depan yang telah melewati proses seleksi super ketat dan gemblengan mental ala militer. Kolaborasi dengan BPOM menjadi bagian penting dalam mengukuhkan kualitas pendidikan farmasi yang memiliki keterkaitan erat dengan hajat hidup bangsa. Melalui sinergi ini mahasiswa tidak hanya mendapatkan penguatan kompetensi akademik tetapi juga pengalaman dan pemahaman mendalam mengenai pengawasan obat dan makanan serta nilai-nilai pengabdian kepada bangsa dan negara.

Salah satu langkah vital yang dibahas adalah pemanfaatan Praktik Kerja Profesi Apoteker PKPA sebagai tahap awal penjaringan bakat mahasiswa farmasi Unhan. Melalui PKPA BPOM dapat mengidentifikasi kemampuan mahasiswa sekaligus memperkenalkan sejak awal tugas dan fungsi pengawasan obat dan makanan. Wujud nyata kolaborasi ini sudah terlihat pada gelombang kedua tahun 2026 saat 15 mahasiswa Unhan mengikuti PKPA di kantor BPOM Pusat Balai Besar POM Jakarta dan Balai POM Bogor.

Berdasarkan kajian awal BPOM memproyeksikan kebutuhan sekitar 18 lulusan Farmasi Unhan RI untuk memperkuat barisan personel pada 16 unit pelaksana teknis BPOM. Posisi fungsional pengawas farmasi dan makanan sesuai jenjang karier BPOM menjadi target utama penempatan mereka. Namun prosedur rekrutmen lulusan Unhan sebagai aparatur sipil negara ASN di BPOM masih memerlukan diskusi mendalam dengan Kementerian Pertahanan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi serta Badan Kepegawaian Negara. Berbagai opsi jalur telah dibahas termasuk seleksi ASN reguler perubahan status kepegawaian skema penugasan maupun pilihan regulasi istimewa sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar