politicanews.id – Sebuah operasi senyap TNI berhasil membekuk seorang pimpinan kelompok bersenjata Papua, Abdon Kisamdu, di Bandara Nop Goliat Dekai Yahukimo. Wadanyon Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap 35 Bintang Timur itu diciduk saat hendak melancarkan transaksi pembelian senjata api. Penangkapan dramatis ini mengungkap jaringan pasokan senjata ilegal yang selama ini menjadi perhatian serius aparat keamanan.
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letnan Jenderal TNI Lucky Avianto membeberkan hasil pemeriksaan awal. Abdon Kisamdu, yang telah lama masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Mabes Polri, mengakui rencananya untuk mendapatkan senjata di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Pengakuannya mengejutkan: ia sudah tiga kali mentransfer sejumlah uang kepada seorang berinisial BA di Yahukimo sebagai bagian dari kesepakatan pembelian senjata api.

Menurut keterangan Lucky Avianto, Abdon Kisamdu dijadwalkan menerima pasokan senjata tersebut di kawasan Kali Distrik Dekai, Yahukimo. Menariknya, pelaku menyatakan ini adalah kali pertama dirinya mencoba membeli senjata di Yahukimo, sebuah wilayah yang bukan menjadi basis operasi utama kelompoknya. Kodap 35 Bintang Timur, yang dipimpin oleh Ananias Ati Mimin dan Abdon Kisamdu menjabat sebagai wakil komandan batalyon, diketahui bermarkas di wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang.

Related Post
Petugas keamanan menemukan bukti kuat dari gawai Abdon Kisamdu berupa percakapan pesan melalui WhatsApp dan platform media sosial. Komunikasi tersebut menunjukkan arahan bagi pelaku untuk datang ke Distrik Yahukimo dan bertemu BA guna melangsungkan transaksi di lokasi yang telah ditentukan, yakni Kali Seng Yahukimo.
Rencana matang itu nyaris sempurna. Abdon Kisamdu menuturkan, setibanya di Bandara Nop Goliat Dekai, ia seharusnya dijemput oleh saudara iparnya berinisial KP untuk diantar menuju lokasi pembelian senjata api. Namun, operasi intelijen TNI jauh lebih cepat. Satgas Kopasgat dan Satgas Mandala Koops TNI Habema, di bawah kendali Kogabwilhan III, berhasil menggagalkan rencana tersebut dengan membekuk Abdon Kisamdu begitu ia mendarat di bandara pada Sabtu lalu.
Saat ini, aparat TNI terus melakukan penelusuran intensif untuk melacak keberadaan BA. Sosok BA disebut Abdon Kisamdu sebagai salah satu pemasok utama senjata api, khususnya bagi kelompok TPNPB-OPM. Penangkapan ini menjadi pukulan telak bagi upaya kelompok bersenjata dalam memperkuat persenjataan mereka di wilayah Papua.










Tinggalkan komentar