Puluhan pemimpin kantor berita terkemuka dari Asia Pasifik berkumpul di Moskow. Sebanyak 35 dari 41 agensi informasi regional ini menggelar pertemuan penting. Fokus utama mereka adalah merumuskan strategi kolektif untuk membendung laju disinformasi dan berita palsu yang kian merajalela di jagat maya.
Rapat Dewan Eksekutif Organisasi Kantor Berita Asia Pasifik (OANA) ini dibuka langsung oleh Presiden OANA, Andrey Kondrashov, yang juga menjabat Direktur Jenderal kantor berita Rusia TASS. Dalam sesi pembukaan yang berlangsung Minggu, Kondrashov memaparkan sejumlah agenda krusial. Pembahasan mencakup perkembangan global terkini, khususnya ancaman disinformasi. Selain itu, kota Hanoi Vietnam ditetapkan sebagai tuan rumah pertemuan tahunan 2027, serta laporan keuangan organisasi. Transformasi digital OANA juga disorot, dengan perluasan komite teknis dan etik, serta rampungnya pembaruan situs web organisasi.

Usai sesi formal, para pimpinan agensi melanjutkan dengan pertemuan informal yang strategis. Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA, sebagai representasi Indonesia, aktif berdialog dengan sejumlah mitra ASEAN. Diskusi hangat terjadi bersama Bernama (Malaysia), Philippine News Agency, dan Lao New Agency, membahas penguatan sinergi kantor berita di kawasan untuk menghadapi tantangan bersama. Gagasan ini menarik perhatian Kyodo dari Jepang, yang menyatakan dukungan penuh untuk inisiatif ASEAN+1, membuka peluang kerja sama strategis lebih lanjut. Kantor berita Nepal (RSS) juga menunjukkan minat besar untuk bergabung dan berpartisipasi aktif dalam kolaborasi regional.

Related Post
Kehadiran ANTARA di Pertemuan Dewan Eksekutif OANA ke-58 ini menegaskan posisi vital Indonesia di kancah global. Direktur Utama ANTARA, Benny Butarbutar, menekankan pentingnya aliansi antar kantor berita. "Dengan membangun aliansi aktif sesama kantor berita, kami dapat saling memahami ancaman dan peluang kerja sama di kawasan Asia Pasifik, terlepas dari perbedaan kepemilikan," ujarnya. Benny Butarbutar dijadwalkan menjadi pembicara kunci dalam diskusi panel hari kedua, membahas upaya konkret melawan penyebaran disinformasi dan berita bohong.
Pertemuan di Moskow ini sekaligus menjadi ajang perayaan ulang tahun ke-65 OANA. Didirikan pada 22 Desember 1961 di Bangkok atas inisiatif UNESCO, OANA bertujuan memfasilitasi pertukaran informasi antar anggotanya. ANTARA merupakan salah satu anggota pendiri yang konsisten berkontribusi, bahkan pernah menjadi tuan rumah Sidang Umum OANA di Jakarta sebanyak tiga kali. Melalui jaringan OANA, ANTARA berperan aktif dalam menyalurkan berita yang mengangkat citra positif dan "nation branding" Indonesia ke panggung internasional, memperluas jangkauan konten ke audiens global.
Benny Butarbutar menambahkan, OANA memiliki jangkauan yang sangat luas, mencakup dua pertiga informasi dunia yang beredar di Asia Pasifik. Potensi ini seharusnya dimanfaatkan maksimal. "Dengan posisi strategis OANA, kantor berita se-Asia Pasifik harus mampu menjadi penentu arus informasi dunia yang benar dan akurat, bukan hanya dari Barat. Oleh karena itu, anggota OANA perlu saling memperkuat ekosistemnya sendiri," tegasnya, menyerukan persatuan untuk menjadi rujukan kebenaran informasi global.










Tinggalkan komentar