politicanews.id – Jajaran Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Utara berhasil membekuk seorang pria berinisial DR (32) yang diduga kuat terlibat dalam insiden pengeroyokan brutal di sebuah rumah warga di kawasan Lagoa Koja Jakarta Utara. Penangkapan ini menambah daftar tersangka menjadi tiga orang setelah sebelumnya dua pelaku lain, AS dan FA, telah diamankan.
Kepala Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Awaludin Kanur mengungkapkan bahwa DR bukanlah sosok asing di dunia kriminal. Residivis kasus pencurian kendaraan bermotor ini tercatat sudah sebelas kali beraksi di wilayah Jakarta Utara. Penangkapan DR berawal dari penyelidikan intensif Tim Opsnal Jatanras Resmob dan Polsek Cilincing yang mendapati informasi keberadaan DR di area Yon Air Semper Barat. Tanpa membuang waktu, tim segera bergerak dan berhasil meringkus DR di lokasi tersebut, kemudian membawanya ke Mapolres Metro Jakarta Utara untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sebelum penangkapan DR, aparat telah lebih dulu mengamankan FA (30) dan AS (32) terkait kasus pengeroyokan yang terjadi pada 6 September 2026 silam. FA diciduk di sebuah kamar kos di Lagoa pada Sabtu 12 September 2026 pukul 18.30 WIB, sementara AS berhasil ditangkap di Jalan Lagoa Gang 3 pada Senin 14 September 2026 pukul 21.30 WIB. Ketiga pelaku kini mendekam di balik jeruji besi Mapolres Metro Jakarta Utara guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Related Post
Motif di balik aksi anarkis ini terkuak dari pengakuan para tersangka yang mengaku sakit hati atas ucapan dari pihak keluarga korban. Insiden berdarah ini bermula ketika korban wanita berinisial IPS (27) mendapati dua pria berinisial A dan R mencoba mencuri sepeda motornya. Suami IPS, AHS, lantas menegur para pelaku. Namun R menolak mengakui perbuatannya dan segera melarikan diri.
Tak berselang lama, suasana mencekam menyelimuti kediaman korban. Sekitar delapan hingga sepuluh orang, termasuk A dan R, mendatangi rumah IPS dengan amarah membara mencari AHS. Beberapa di antara mereka membawa senjata tajam jenis parang seperti A ASB O dan AGB, sementara DA dan FB terlihat menenteng senjata airsoft gun. Salah satu pelaku menendang motor IPS di halaman rumah. Kemudian AB secara membabi buta membacok IPS hingga jari kelingking tangan kanannya sobek. Tak berhenti di situ DA juga menembakkan airsoft gun berkali-kali ke arah AHS menyebabkan memar di dada korban.
Hingga kini pihak kepolisian masih terus mengembangkan penyelidikan untuk memburu para pelaku lain yang terlibat dalam aksi pengeroyokan keji ini. Penegasan AKBP Awaludin Kanur menunjukkan komitmen aparat untuk menuntaskan kasus ini hingga tuntas.










Tinggalkan komentar