politicanews.id – Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii memastikan seluruh upaya pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa telah dilaksanakan sesuai kaidah internasional. Ia menegaskan, setiap langkah yang diambil memiliki landasan hukum dan teknis yang kuat, terutama dalam menentukan strategi penyisiran korban.
Dalam keterangannya di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin Kalimantan Selatan pada Selasa malam, Syafii menjelaskan bahwa metode pencarian tidak pernah statis. Tim SAR selalu beradaptasi dengan dinamika di lapangan. Sebagai contoh, pada hari pertama, operasi difokuskan pada delapan sektor yang telah ditentukan. Namun, pada hari kedua dan ketiga, strategi berubah menjadi enam sektor dengan lokasi yang bergeser, mengikuti hasil perhitungan dan perkembangan kondisi arus laut.

Perubahan sektor ini krusial karena pergerakan arus dapat memengaruhi datum atau titik acuan pencarian. Dengan penyesuaian area penyisiran, Basarnas berupaya memaksimalkan potensi penemuan korban yang mungkin terbawa arus dari lokasi awal insiden. Meskipun demikian, pencarian di sekitar reruntuhan kapal tetap menjadi prioritas, mengingat kemungkinan korban keluar dari badan kapal setelah operasi sebelumnya.

Related Post
Syafii juga menggarisbawahi bahwa setiap keputusan, termasuk rencana pembalikan atau pengangkatan bangkai KM Virgo Transport 8, tidak akan dilakukan sembarangan. Semua didasarkan pada pertimbangan teknis dan hukum yang matang. Ia menambahkan, Basarnas secara rutin menjalani evaluasi oleh Organisasi Maritim Internasional IMO setiap tahun, memastikan bahwa pelaksanaan operasi selalu mengacu pada ketentuan global dan akuntabilitas hukum yang dapat dipertanggungjawabkan.
Hingga Selasa malam pukul 22.00 Wita, Mohammad Syafii mengonfirmasi bahwa 114 korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 telah berhasil dievakuasi dan mendarat di Banjarmasin. Dari jumlah tersebut, 108 orang berhasil diselamatkan, sementara enam lainnya ditemukan meninggal dunia. Diperkirakan masih ada 129 korban yang belum ditemukan.
Basarnas juga mengimbau masyarakat dan keluarga korban untuk memperoleh informasi resmi secara langsung dari pihak Basarnas demi menghindari spekulasi. Doa dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat sangat diharapkan agar kondisi cuaca dan situasi lapangan memungkinkan seluruh upaya pencarian korban berjalan lancar dan membuahkan hasil.
KM Virgo Transport 8 membawa 243 orang dan dilaporkan putus komunikasi di perairan Masalembo Laut Jawa pada Minggu dini hari sekitar pukul 02.00 Wita. Kapal tersebut bertolak dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu sebelumnya.










Tinggalkan komentar