Jabar Pecahkan Tradisi Upacara HUT RI Menggemparkan

Jabar Pecahkan Tradisi Upacara HUT RI Menggemparkan

politicanews.id – Perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Provinsi Jawa Barat tahun ini dipastikan akan mencetak sejarah baru. Untuk pertama kalinya, upacara peringatan akbar tersebut tidak lagi digelar di Lapangan Gasibu, melainkan berpindah ke halaman Gedung Sate yang baru saja rampung direvitalisasi. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi secara langsung mengumumkan perubahan lokasi ini, sekaligus meresmikan hasil penataan ulang kawasan ikonik tersebut.

Keputusan memindahkan lokasi upacara dari Lapangan Gasibu ke halaman Gedung Sate bukan tanpa alasan. Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk menciptakan latar belakang dokumentasi yang lebih estetik dan ikonik. Dengan Gedung Sate sebagai latar belakang utama, momen pengibaran Sang Merah Putih akan terekam secara utuh, tidak lagi terhalang oleh bangunan lain seperti hotel yang kerap muncul dalam bidikan kamera di lokasi sebelumnya. Ini menandai era baru dalam perayaan kemerdekaan di tanah Pasundan.

Jabar Pecahkan Tradisi Upacara HUT RI Menggemparkan
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Tidak hanya lokasi, format barisan peserta upacara pun mengalami perombakan drastis. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini hanya personel TNI dan Polri yang akan mengisi barisan upacara bendera. Kebijakan ini diambil demi menjaga ketertiban, kedisiplinan, serta kekhidmatan prosesi. Sementara itu, jajaran Satpol PP akan dikhususkan untuk defile pasukan, menambah kemeriahan acara.

COLLABMEDIANET

Yang menarik, para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pelajar tidak lagi diwajibkan berbaris dalam formasi formal. Justru, masyarakat umum diundang secara terbuka untuk hadir dan menikmati jalannya upacara dengan santai di halaman Gedung Sate. Dedi Mulyadi menegaskan bahwa upacara ini dirancang agar dapat dinikmati oleh semua kalangan, dengan tetap menjunjung tinggi kesakralan. Mereka yang berbaris adalah individu dengan ketahanan fisik dan kemampuan menjaga ketertiban, sementara publik bisa menjadi saksi sejarah dengan nyaman.

Dari sisi infrastruktur, Dedi Mulyadi memastikan bahwa revitalisasi fisik lanskap dan bangunan Gedung Sate-Gasibu telah tuntas sepenuhnya. Pengerjaan gerbang dan gapura utama yang menjadi wajah baru kawasan ini juga ditargetkan rampung sehari sebelum upacara. Pemugaran cagar budaya kebanggaan Kota Bandung ini dilakukan dengan sangat cermat, berpedoman pada regulasi pelestarian yang ketat. Bahkan, penggunaan cat khusus berstandar museum diterapkan untuk menjaga keaslian dan keindahan Gedung Sate, yang kini tampil memukau dengan pagar bercat putih.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar