Moove Guncang Pasar Valuasi Triliunan Rupiah

Moove Guncang Pasar Valuasi Triliunan Rupiah

politicanews.id – Dunia mobilitas otonom kembali dihebohkan dengan kabar fantastis. Moove, perusahaan global yang menjadi arsitek di balik operasional kendaraan tanpa pengemudi, baru saja mengumumkan suntikan dana Seri C sebesar 250 juta dolar AS atau setara Rp3,9 triliun. Angka ini melambungkan valuasi Moove hingga 2,1 miliar dolar AS, menempatkannya sebagai pemain kunci yang tak bisa diremehkan dalam revolusi transportasi masa depan.

Pendanaan masif ini dipimpin oleh Mubadala Investment Company, dengan dukungan kuat dari Woven Capital, dana pertumbuhan milik Toyota, serta Ion Pacific. Deretan investor institusional lainnya seperti BlueCrest Capital Management, Sona Asset Management, dan The Raptor Group turut memperkuat posisi Moove. Kehadiran mereka menegaskan kepercayaan pasar terhadap visi Moove yang ambisius.

Moove Guncang Pasar Valuasi Triliunan Rupiah
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Dana segar ini bukan sekadar angka, melainkan amunisi untuk ekspansi besar-besaran. Moove berencana mengakuisisi armada kendaraan otonom dan membangun infrastruktur depot robotik canggih yang mereka sebut "Nests". Fasilitas ini akan menjadi pusat vital untuk pengisian daya, perawatan, perbaikan, dan orkestrasi armada otonom agar beroperasi tanpa henti 24 jam sehari. Perusahaan yang berbasis di Uni Emirat Arab ini juga menargetkan peluncuran di pasar-pasar baru secara global, didukung peningkatan jumlah karyawan kendaraan otonom hingga lebih dari 220 persen pada akhir tahun, dari sekitar 150 menjadi 500 orang.

COLLABMEDIANET

Ladi Delano, Co-Founder, Co-CEO, dan Ketua Dewan Penasihat Moove, menegaskan bahwa setiap revolusi teknologi besar selalu berpusat pada perebutan infrastruktur. "Internet membutuhkan pusat data, AI membutuhkan daya komputasi, dan sistem otonom membutuhkan armada, pengisian daya, pemeliharaan, sistem data, serta operasi nonstop di setiap kota. Itulah yang Moove bangun," ujarnya. Menurut Delano, kepemilikan dan operasi infrastruktur inilah yang akan menentukan pemimpin dalam kategori mobilitas otonom.

Moove telah membuktikan kemampuannya selama lima tahun terakhir, membangun fondasi operasional yang kokoh untuk mobilitas berskala besar. Dimulai dari 76 kendaraan di Lagos, kini mereka mengelola sekitar 42.000 kendaraan di 29 kota di 13 negara, dengan pendapatan berulang tahunan (ARR) mencapai 420 juta dolar AS. Pengalaman ini menjadi landasan kuat bagi Moove untuk merambah sistem kendaraan otonom generasi berikutnya.

Melalui kemitraan strategis dengan Waymo, Moove telah menjadi operator armada otonom pihak ketiga terkemuka, dengan operasi yang telah berjalan di Phoenix dan Miami, serta rencana ekspansi ke London. Mobilitas otonom diproyeksikan menjadi tulang punggung ekosistem perkotaan masa depan, memengaruhi logistik, transportasi publik, perdagangan, dan infrastruktur kota secara menyeluruh.

Ali Eid AlMheiri dari Mubadala menyoroti pentingnya infrastruktur seiring pergeseran mobilitas otonom dari inovasi menjadi penerapan massal. "Moove membangun platform operasional terintegrasi yang menggabungkan kepemilikan armada, kapabilitas operasional, dan teknologi untuk mendukung fase pertumbuhan mobilitas otonom berikutnya," jelasnya. Senada, Betty Lee dari Woven Capital memuji kecepatan dan keunggulan operasional Moove di berbagai pasar.

Putaran pendanaan Seri C ini menandai lompatan signifikan bagi Moove dalam memperluas lapisan infrastruktur yang menopang mobilitas otonom secara global. Dengan kantor pusat di UEA dan didirikan pada tahun 2020 oleh Ladi Delano dan Jide Odunsi, Moove terus memimpin inovasi, siap membawa transportasi tanpa pengemudi dari sekadar teknologi inovatif menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar