Ekonom Bongkar Bahaya Harga BBM Selisih Jauh

Ekonom Bongkar Bahaya Harga BBM Selisih Jauh

politicanews.id – Sebuah peringatan serius datang dari kalangan akademisi terkait pergerakan konsumen bahan bakar minyak di Indonesia Penurunan harga Pertamax yang baru-baru ini diumumkan ternyata belum cukup meredam kekhawatiran para ahli Banyak masyarakat kini beralih ke Pertalite sebuah fenomena yang berpotensi menimbulkan dampak besar bagi keuangan negara

Fahmy Radhi seorang pengamat ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada menyoroti celah harga yang terlalu lebar antara Pertamax dan Pertalite Selisih harga yang mencapai lebih dari lima ribu rupiah ini menjadi pemicu utama migrasi konsumen terutama dari segmen menengah ke bawah Fahmy menjelaskan bahwa meskipun Pertamax turun dari Rp16250 menjadi Rp15950 per liter perbedaan dengan Pertalite masih sangat signifikan

Ekonom Bongkar Bahaya Harga BBM Selisih Jauh
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Jika tren perpindahan ini terus berlanjut beban subsidi untuk Pertalite akan semakin berat Kuota yang telah ditetapkan mungkin tidak akan mencukupi sehingga pemerintah harus menambah alokasi subsidi Hal ini tentu saja akan menguras anggaran negara lebih dalam dari perkiraan awal

COLLABMEDIANET

PT Pertamina Persero sendiri telah melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi berlaku sejak awal Agustus Wakil Presiden Komunikasi Korporat Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menyatakan perubahan harga ini mengikuti dinamika harga minyak global nilai tukar rupiah dan daya beli masyarakat Selain Pertamax jenis bensin lain seperti Pertamax Turbo juga turun dari Rp19300 menjadi Rp18300 per liter Pertamax Green 95 ikut turun dari Rp17000 menjadi Rp16600 per liter Sementara itu harga Pertamina Dex tetap di Rp21150 per liter dan Dexlite stabil di Rp19700 per liter

Harga-harga tersebut berlaku khusus untuk wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor sebesar lima persen seperti di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar