politicanews.id – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman baru saja menggemparkan Lombok Nusa Tenggara Barat dengan seruan revolusioner Ia mengajak seluruh petani di sana untuk segera mengadopsi sistem pertanian modern Advanced Agricultural System atau PMAAS Sebuah terobosan yang dijanjikan mampu melipatgandakan hasil panen dan menyejahterakan kehidupan para petani
Amran Sulaiman saat meninjau langsung lahan padi PMAAS di Desa Bungkate Lombok Tengah Jumat lalu mengungkapkan potensi luar biasa sistem ini Bayangkan saja metode canggih ini diklaim mampu mendongkrak produksi hingga 8 sampai 10 ton per hektare angka yang jauh melampaui pola budidaya konvensional yang biasa diterapkan

Harapan besar kini tertumpu pada para petani Lombok agar tidak ragu menerapkan inovasi ini Dengan produktivitas yang melonjak drastis kesejahteraan petani diharapkan akan ikut terangkat signifikan Lebih dari itu Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah HPP gabah petani pascapanen pada level Rp6500 per kilogram sebuah kebijakan yang tegas untuk menjamin stabilitas ekonomi petani

Related Post
Indonesia sendiri telah membuktikan diri sebagai negara yang mandiri pangan Status swasembada pangan berhasil diraih dengan indikator impor yang berada di bawah 10 persen standar yang ditetapkan Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia FAO Keberhasilan ini bahkan menarik perhatian menteri pertanian dari berbagai negara yang kini berbondong-bondong ingin mempelajari rahasia pertanian Indonesia
Fokus utama pemerintah saat ini adalah bagaimana terus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat tani melalui penerapan metode pertanian modern ini Para petani yang sebelumnya hanya bisa menanam satu kali dalam setahun kini diharapkan mampu menanam dua bahkan tiga kali Penyuluh pertanian memiliki peran krusial untuk terus mendampingi dan meyakinkan petani agar beralih ke sistem pola tanam modern ini
PMAAS bukan sekadar nama Ini adalah model pertanian intensif berbasis teknologi yang mengedepankan efisiensi mekanisasi presisi dan pengelolaan budidaya terpadu Tujuannya jelas untuk meningkatkan produktivitas dan memodernisasi sektor pertanian nasional Dalam praktiknya PMAAS menggunakan sistem Tanam Benih Langsung Tabela dengan pola tanam rapat model 4 banding 1 dan 6 banding 1 Pendekatan ini dirancang untuk mengoptimalkan setiap tahapan budidaya sejak awal musim tanam demi mencapai hasil maksimal yang menguntungkan










Tinggalkan komentar