politicanews.id – Masa depan ekonomi Indonesia bergantung pada kekuatan pasar modalnya Demikian pandangan tajam dari Hardjuno Wiwoho seorang pengamat hukum dan pembangunan Menurutnya pembenahan sektor ini bukan sekadar opsi melainkan keharusan mutlak yang harus masuk dalam agenda pembangunan nasional Sebagai raksasa ekonomi Asia Tenggara dengan populasi masif Indonesia punya daya tarik luar biasa bagi arus modal global Namun potensi itu hanya bisa terwujud jika fondasi transparansi tata kelola dan kepastian hukum diperkuat secara serius
Hardjuno menegaskan potensi besar saja tidak cukup untuk menarik investor kelas kakap Yang dibutuhkan adalah kepercayaan yang kokoh Jika integritas pasar kepastian hukum dan transparansi terus ditingkatkan Indonesia berpeluang besar menjadi magnet investasi paling menjanjikan di kawasan Sebaliknya jika persoalan tata kelola dibiarkan berlarut-larut risiko kehilangan gelombang modal global yang vital bagi pembangunan akan sangat nyata

Oleh karena itu catatan terbaru dari Morgan Stanley Capital International MSCI harus dilihat sebagai momentum emas untuk reformasi pasar modal yang lebih mendalam MSCI sejatinya sedang mengirimkan pesan penting bahwa pasar modal yang tangguh tidak dibangun di atas euforia sesaat melainkan oleh kepercayaan yang lahir dari transparansi akuntabilitas dan supremasi hukum yang berjalan baik

Related Post
Keputusan MSCI untuk mempertahankan status Indonesia sebagai negara pasar berkembang atau emerging market belum sepenuhnya menjadi kabar gembira Dalam tinjauan klasifikasi pasar 2026 MSCI memang tidak menurunkan peringkat Indonesia Namun mereka memberikan sejumlah catatan serius Sorotan utama meliputi transparansi kepemilikan saham validitas saham publik free float hingga dugaan perdagangan terkoordinasi coordinated trading Semua ini dinilai mempengaruhi daya tarik investasi atau investability pasar modal Indonesia
Hardjuno menilai catatan tersebut mengungkap masalah fundamental pasar modal Indonesia saat ini Bukan lagi soal pertumbuhan jumlah investor atau kapitalisasi pasar Melainkan masih lemahnya keyakinan terhadap tata kelola dan kepastian hukum Perhatian MSCI terhadap transparansi kepemilikan saham validitas free float serta dugaan coordinated trading bukanlah sekadar isu teknis Ketiga hal ini justru menyentuh inti dari pasar modal modern yaitu kepercayaan investor terhadap integritas pasar
Dalam kacamata hukum dan pembangunan pasar modal sejatinya adalah pasar kepercayaan Investor tidak hanya menghitung potensi keuntungan Mereka juga menilai apakah suatu negara mampu menjamin keterbukaan informasi perlakuan setara bagi semua pelaku pasar serta penegakan hukum yang konsisten Oleh karena itu Hardjuno berharap perhatian MSCI terhadap dugaan coordinated trading harus menjadi pemicu untuk memperkuat pengawasan transaksi di pasar modal
Pembentukan harga saham yang tidak mencerminkan mekanisme pasar secara jujur dapat menciptakan distorsi serius Hal ini sekaligus mengurangi kredibilitas Bursa Efek Indonesia di mata investor internasional Indonesia tidak bisa membangun pasar modal besar hanya dengan menambah jumlah investor atau mendorong lebih banyak perusahaan melantai di bursa Yang jauh lebih penting adalah memastikan pasar bekerja secara jujur transparan dan dapat dipercaya sepenuhnya
Selain pengawasan transaksi Hardjuno juga menyoroti pentingnya keterbukaan mengenai pemilik manfaat akhir beneficial owner suatu perusahaan Transparansi kepemilikan kini menjadi salah satu standar utama yang diperhatikan investor institusi global Ini berkaitan langsung dengan akuntabilitas dan mitigasi risiko Jika struktur kepemilikan terlalu rumit dan sulit ditelusuri tingkat kepercayaan investor akan menurun drastis Investor global saat ini tidak hanya melihat laporan keuangan tetapi juga kualitas tata kelola dan keterbukaan informasi
Hardjuno menambahkan berbagai negara yang kini menjadi tujuan utama investasi berhasil membangun pasar modal yang kuat karena mampu menjaga kepastian hukum Singapura misalnya dikenal dengan transparansi dan penegakan aturan yang konsisten Negara-negara lain seperti Korea Selatan dan India juga terus memperkuat tata kelola serta perlindungan investor sebagai fondasi pengembangan pasar modal mereka Ini adalah pelajaran berharga bagi Indonesia








Tinggalkan komentar