Mudik Naik Kereta: Selamatkan Bumi, Hemat Emisi!

Mudik Naik Kereta: Selamatkan Bumi, Hemat Emisi!

Politica News – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengungkapkan data menarik terkait dampak lingkungan dari perjalanan mudik Lebaran 2026. Selama periode angkutan Lebaran, yang berlangsung dari 11 Maret hingga 1 April 2026, total emisi dari layanan Kereta Api Jarak Jauh diperkirakan mencapai 8.928.821 kg CO₂e. Angka ini menunjukkan kontribusi signifikan dari masyarakat yang memilih kereta api sebagai moda transportasi yang lebih ramah lingkungan.

Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI, menjelaskan bahwa pilihan menggunakan kereta api secara kolektif berdampak besar pada pengurangan emisi karbon. "Setiap penumpang yang memilih kereta api turut serta dalam upaya menekan emisi karbon. Dalam skala jutaan perjalanan, pilihan ini memberikan dampak positif yang signifikan bagi lingkungan," ujarnya.

 Mudik Naik Kereta: Selamatkan Bumi, Hemat Emisi!
Gambar Istimewa : img.antaranews.com

Sebagai perbandingan, jika seluruh penumpang kereta api tersebut memilih menggunakan kendaraan pribadi, emisi yang dihasilkan akan jauh lebih tinggi. Kendaraan dengan kapasitas mesin 1000 cc diperkirakan menghasilkan emisi sebesar 20.590.136 kg CO₂e, sementara kendaraan 2000 cc menghasilkan 32.575.210 kg CO₂e, dan kendaraan 3000 cc mencapai 41.588.851 kg CO₂e. Perbedaan yang signifikan ini menegaskan peran penting transportasi massal, khususnya kereta api, dalam menjaga kelestarian lingkungan.

COLLABMEDIANET

Selama periode Angkutan Lebaran 2026, KAI mencatat telah melayani 4.246.274 penumpang Kereta Api Jarak Jauh dengan tingkat okupansi mencapai 118,9% dari total kapasitas 3.571.760 tempat duduk. Angka ini menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kereta api sebagai pilihan transportasi yang efisien dan ramah lingkungan.

KAI juga memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk memantau dampak lingkungan dari perjalanan mereka melalui fitur Carbon Footprint pada aplikasi Access by KAI. "Melalui fitur ini, pelanggan dapat mengetahui estimasi emisi dari perjalanan yang mereka lakukan. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk meningkatkan kesadaran bahwa setiap perjalanan memiliki dampak, dan kereta api menawarkan pilihan dengan emisi yang lebih rendah," jelas Anne.

Sebagai contoh, perjalanan menggunakan kereta api pada rute Surabaya Gubeng – Ketapang menghasilkan emisi sekitar 2,94 kg CO₂e, sementara perjalanan dengan mobil pribadi pada rute yang sama mencapai sekitar 8,79 kg CO₂e.

Selain transparansi data emisi, KAI juga terus mengembangkan berbagai inisiatif operasional yang mendukung gaya hidup berkelanjutan, seperti penyediaan water station di stasiun untuk mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai, penggunaan face recognition untuk boarding sehingga mengurangi penggunaan tiket kertas, serta penggunaan peralatan makan ramah lingkungan di layanan kereta.

"Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan pelanggan yang telah memilih kereta api selama Angkutan Lebaran 2026. Setiap perjalanan yang dilakukan menjadi kontribusi bersama dalam menekan emisi karbon dan menjaga lingkungan tetap berkelanjutan," pungkas Anne. Dengan memilih kereta api, masyarakat tidak hanya melakukan perjalanan yang nyaman dan efisien, tetapi juga turut berkontribusi dalam menjaga bumi untuk generasi mendatang.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar